Mobil Mulai Pakai Tenaga Gas

0
1500
SPBG: Pihak PGN saat melengkapi peralatan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Batam Center, belum lama ini. f-istimewa

Ketika Kendaraan Batam Mulai Ramah Lingkungan

Di Indonesia, sejumlah kota mulai menerapkan gas sebagai pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM). Penggunaan gas ini selain hemat, juga ramah lingkungan alias bebas polusi.

BATAM – PERUSAHAAN Gas Negara (PGN) sudah mulai memasang alat konverter gas untuk mobil sejak minggu lalu. Namun mobil dinas Pemko belum ada yang dipasang karena belum ada konventer yang diserahkan ke PGN untuk dipasang. Konventer inilah yang bekerja membuat mesin berfungsi dari selama ini menggunakan bensin atau solar menjadi gas.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, tahap awal ini alat konverter gas dipasang untuk mobil dinas yang digunakan Kepala Bagian dan Kepala Sub Bagian dulu. Kata Amsakar Achmad, untuk tahap awal, alat konverter gas akan dipasang untuk sekitar 150 unit mobil dinas milik Pemko Batam. ”Tidak semua langsung dipasang. Bertahap dulu pasangnya. Mulai mobil dinasKabag atau Kasubag dulu. Mobil Ardi (Kabag Humas dan Protokol) dulu,” ungkap Amsakar, Senin (11/9).

Diakuinya, pada prinsipnya Pemko Batam sudah setuju untuk penggunaan konverter gas. Pihaknya juga sudah diskusi dengan PGN untuk pemasangan. ”Tapi perlu tahap penyesuaian. Tidak serta merta semua. Kita ikut program itu, karena dari sisi udara akan bersih. Ada penghematan luar biasa dari segi biaya bahan bakar,” sambungnya.

Sementara Humas PGN Batam, Riza Buana mengatakan, pemasangan alat konverter gas sudah dimulai minggu lalu. Hanya saja, yang sudah dipasang, baru taksi. Sementara mobil dinas Pemko Batam belum ada yang dipasang karena belum ada yang diserahkan untuk dipasang. ”Minggu lalu udah mulai pasang, tapi taksi. Untuk mobil dinas, kalau sudah dikasih, kita tinggal pasang. Kita tinggal menunggu mobil dinasnya,” kata Riza.

Baca Juga :  Hari Ini, Presiden Resmikan TPI & PRB di Natuna

Menurut dia, sebelum mobdin Pemko dipasang alat konverter, mereka verifikasi mobilnya dulu. Diantaranya, syarat mobdin yang akan dipasang, mobil tahun 2010 ke atas. Setelah itu, mobil yang dinyatakan layak diantar ke PGN dan dipasang alat konverter. ”Yang penting kita datanya ada dikasih. Yang masang nanti, rekanan PGN yang menang tender dari Kementerian ESDM. Kita hanya memfasilitasi data dan pemasangan,” imbuhnya.

Sebelumnya, PGN sudah melakukan sosialisasi pemasangan konverter kit untuk pemanfaatan gas buat mobil. Langkah itu untuk menggalakkan penggunaan gas bumi di masyarakat khususnya sektor transportasi, melalui sosialisasi pembagian dan pemasangan konverter kit untuk kendaraan dinas dan angkutan umum di wilayah Batam.

Menurut Area Head PGN Batam, Amin Hidayat, untuk Batam sendiri sebanyak 300 konverter akan dipasang. Dimana, konverter kit yang akan dibagikan mempunyai sistem bi-fuel. Dengan alat itu, calon penerima tidak perlu mengkhawatirkan kehabisan gas di tengah jalan karena dapat di switch ke BBM.

Menurutnya, manfaat dengan dipakainya konverter kit ini, selain sebagai upaya mendukung program langit biru, penerima bantuan juga dapat menghemat pengeluaran biaya energi kendaraannya karena setara per liter harga gas untuk kendaraan di SPBG PGN Batam adalah Rp 4.500/lsp. ”Pengguna akan mendapatkan manfaat efisiensi dari digunakannya konverter kit, 1 tahun penghematan yang bisa dicapai adalah Rp 1,5 juta, atau 20 – 40 persen dibanding BBM non subsidi. Selain ramah lingkungan, program ini juga merupakan upaya diversifikasi energi juga menyukseskan program bauran energi yang dicanangkan pemerintah,” ujar Amin.

Baca Juga :  Puluhan Tiang Keropos, Jembatan 2 Dompak Terancam Ambruk

Menurutnya, saat ini ada tiga jenis produk gas bumi terintegrasi milik PGN yang dapat digunakan oleh masyarakat dan industri. Ketiga produk tersebut adalah GasKita untuk residensial dan usaha kecil, Sinergi untuk industri dan pembangkit listrik, serta GasKu untuk pelanggan transportasi dimana di Batam melayani di SPBG Batam center. ”Hingga tahun 2017, PGN membuktikan komitmennya sebagai BUMN yang fokus kepada penyaluran gas bumi,” katanya.

Di Indonesia, hanya dua daerah yang ditetapkan pemerintah pusat menjadi green city yakni Batam dan Bali. Dengan ditetapkannya Batam menjadi green city, maka kota ini harus ramah lingkungan, teduh, hijau, bebas polusi dan hal lain yang tidak merusak lingkungan.

Salah satu perubahan besar-besaran yang dilakukan agar bisa menjadikan Batam sebagai green city adalah dengan mengkonversi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke gas. Untuk rumah tangga, restoran dan warung makan, saat ini sudah menggunakan gas elpiji. Tidak menggunakan minyak tanah lagi. Termasuk industri yang sebagian besar juga sudah menggunakan gas.

Baca Juga :  PLN Terangi Dusun di Durai

Yang harus diubah itu adalah penggunaan bensin dan solar untuk mobil dan motor. Secara perlahan-lahan, mobil dan motor di Batam harus menggunakan gas sebagai bahan bakarnya. Gas merupakan bahan bakar yang ramah lingkungan. Jauh lebih ramah dibandingkan bensin dan solar.

Karena itulah, masyarakat Batam mau tidak mau harus mengikuti keinginan pemerintah agar menggunakan gas sebagai pengganti bensin dan solar untuk motor dan mobilnya.

Memang, hal ini tidak mudah bagi masyarakat karena harus berubah total dari penggunaan bensin dan solar ke gas. Sebab, masyarakat harus membeli sebuah alat converter (alat pengubah) yang akan dipasang di mesin motor atau mobil. Converter inilah yang akan mengubah gas sehingga bisa menggerakkan mesin motor atau mobil. Namun, harganya masih mahal. Untuk mobil sekitar Rp 11 juta.

Namun, masyarakat jangan ragu. Sebab, dengan converter ini, biaya membeli bahan bakar akan lebih murah. Jika dibandingkan dengan harga bensin, bisa hemat hingga 40 persen. Selain lebih murah, yang paling penting, mesinnya awet.(MARTUNAS-MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here