Modal Pensil, Karir Bermula dari Kaki Lima

0
617
Salah satu lukisan Anom Sanyoto. Semua lukisannya hitam putih yang dilukis dengan pensin.

Anom Sanyoto, Pelukis Para Jendral TNI 

Bermula dari orderan melukis wajah seorang perwira TNI AD yang bertugas di Batam, yang kemudian mendapatkan promosi jabatan di Mabes TNI, membawa berkah bagi karir Anom Sanyoto, pelukis Batam yang memulai prosesi melukisnya dari kaki lima Pasar Sungai Harapan, awal tahun 1990 silam.

Batam – Dari proses panjang yang dilaluinya, tahun 2005 Anom mendapat kesempatan melukis di lobi Hotel Novotel Batam. Bermula dari Novotel, akhirnya Anom mendapatkan beragam pesanan lukisan dari tamu hotel dan peminat lukisan hitam putih yang ada di Batam.

Dari Novotel pula, akhirnya Anom Sanyoto berani kredit rumah, setelah 4 lukisan hitam putihnya dibeli Rida K Liamsi pada tahun 2006 dengan total nilai Rp 10 juta.

”Empat lukisan yang dibeli Pak Rida waktu itu benar-benar jadi kenangan tersendiri bagi saya. Mungkin saat ini empat lukisan itu masih terpajang di Graha Pena Batam Pos. Mungkin kalau Pak Rida tidak membeli lukisan saya waktu itu, bisa jadi saya tidak punya rumah sekarang,” kenang Anom menjawab Tanjungpinang Pos saat berkunjung ke Komunitas Seni Rumahitam, akhir pekan lalu.

Berlanjut cerita Anom, ia lebih memilih fokus pada lukisan hitam putih. Tidak hanya lukisan wajah, tapi juga melukis Batam dari bidikan kamera yang kemudian dilukis ulang dalam rupa hitam putih.

Empat dari sejumlah lukisan hitam putih wajah Batam itulah yang dibeli Rida K Liamsi dan uangnya dijadikan DP kredit rumah yang saat ini ditempatinya di Taman Sari Hijau, Sekupang, Batam.

Setelah dapat kesempatan mangkal di lobi Novotel sejak 2005 hingga 2012, banyak orderan lukisan dari tokoh-tokoh terkemuka, tidak hanya tokoh Batam, tapi juga dari berbagai kota di Indonesia bahkan tamu-tamu asing yang menginap di Novotel.

Pada tahun 2006, Anom mendapat orderan belasan lukisan wajah Direktur Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang pernah menjabat dan lukisan tersebut hingga sekarang masih terpajang di BEJ.

Pada satu kesempatan, seorang personel TNI memesan lukisan wajah. Belakangan diketahui, kalau lukisan itu sengaja dipesan untuk kenang-kenangan karena perwira TNI tersebut ditarik ke Mabes TNI dan mendapatkan promosi jabatan.

Dari sinilah mula awal Anom Sanyoto secara terus menerus mendapat orderan lukisan wajah para perwira tinggi TNI.

”Saya tidak ingat semua sudah berapa banyak wajah Jendral TNI yang saya lukis. Termasuk wajah Jendral Muldoko, menjelang akhir jabatannya sebagai Panglima TNI. Lukisan tersebut sengaja dipesan sebagai kenang-kenangan yang diserahkan saat serah terima jabatan dengan Panglima TNI setelah beliau,” kata Anom.

Selain Jendral Muldoko, Anom masih mengingat beberapa nama lainnya. Diantaranya Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI B Budi W, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Marsdya TNI Dede Rusamsi, Letjen Suryo Prabowo.

Sedangkan orderan lukisan wajah terbaru yang dikerjakan Anom Sanyoto adalah wajah Mayjen TNI Am Putranto, Januari 2017.

Melukis wajah para jendral itu sama saja. Tidak ada yang istimewa. Sama saja dengan melukis wajah yang lain. Bedanya hanya pada kerumitan melukis pakaian dengan sejumlah lencana dan tanda penghargaan yang ada di bagian dada.

”Melukis wajahnya tidak lama, tapi kerumitan dan butuh waktu lama ketika mengguratkan pensil melukis lencana dan tanda penghargaan yang berjejer di bagian dada pakaian yang dipakai beliau-beliau itu,” jelasnya.

Untuk satu lukisan wajah para jendral itu, Anom mengaku butuh waktu dua minggu.
Sebab menurutnya, kesempurnaan lukisan wajah tersebut tidak semata-mata pada wajah yang pas sesuai dengan foto yang dikirim dari Mabes TNI.

Tapi khusus untuk orderan dari Mabes TNI, selalunya dengan seragam lengkap yang dipenuhi lencana dan tanda penghargaan tersemat di bagian dada.

Menurut Anom, lencana dan tanda penghargaan tersebut persis seperti aslinya. Anom menyebutkan, meskipun menggunakan pensil, tapi media yang digunakan tetap kanvas standar.

Hal ini lebih menantang dari lukisan wajah dengan media kertas karton. Sebab tingkat kerumitannya lebih tinggi. Hal ini sebanding pula dengan hasil akhir dari lukisan tersebut.

Bicara soal harga, Anom menyebutkan sepadan dengan proses pengerjaan satu lukisan itu.
Selain itu, menjadi pelukis tetap bagi Mabes TNI membuatnya lebih bahagia, sebab meski menetap di Batam, ia mendapat kesempatan untuk melukis wajah-wajah para jendral.

”Setiap ada pergantian Perwira Tinggi TNI, saya pasti dihubungi dan saya tahu lebih awal adanya pergantian pejabat di Mabes TNI. Sebab sebelum pergantian, saya sudah dikirimi poto untuk dilukis dan lukisan itu jadi kenang-kenangan bagi perwira tinggi tersebut. Tentang harga, saya kira tak pas dipublikasikan, biarlah jadi rahasia dapur, seperti saya merahasiakan pergantian Perwira tinggi di tubuh TNI sebelum yang bersangkutan serah terima jabatan,” katanya.(Tarmizi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here