Molor, Roro Tambelan Dijanjikan Beroperasi 2018

0
813
PELABUHAN: Warga melihat pelabuhan kapal roro Tambelan yang sudah siap untuk dioperasikan. F-jendaras/TANJUNGPINANG POS

BINTAN – PERESMIAN dan pengoperasian pelabuhan roll on roll off (roro) pada awal tahun 2017 lalu, belum terwujud. Setelah molor setahun, pemerintah pusat menjanjikan akan beroperasi pada pertengahan tahun 2018 mendatang.

”Dari dulu, kami di Dishub Bintan hanya menunggu. Karena, pelabuhan roro di Tambelan ini, proyek nasional. Rencana awal, pertengahan 2017 lalu mau diresmikan Pak Presiden RI, sekaligus pengoperasian pelabuha roro itu. Tapi, tak jadi. Info terbaru, mau dioperasikan tahun 2018 nanti,” kata Yandrisyah, Kepala Dinas Perhubungan Bintan, baru-baru ini.

Baca Juga :  Puncak Pasang Laut, Tanjunguban Dikepung Banjir

”Kalau proyek pembangunan pelabuhan kapal roro di Tambelan itu, kan sudah siap sejak akhir tahun anggaran 2016 lalu,” sambung Yandrisyah.

Pada kesempatan lain, Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Kepri Aziz Kasyim Djou mengatakan, satu unit kapal roro yang disiapkan untuk akses transportasi masyarakat Kecamatan Tambelan. Penyiapan itu sedang proses pembuatan di Jakarta, oleh Kemenhub RI.

”Bukan tak jadi, mesti jadi. Sudah kami usulkan ke Kemenhub, 2018 dipastikan beroperasi,” tegas Aziz di sela pemancangan pembangunan pelabuhan Tanjunguban, Jumat (10/11) kemarin.

Baca Juga :  Pengelola Lagoi Bantu Sembako ke Warga

Aziz menepis ada informasi bahwa pengoperasian kapal roro tujuan Tambelan dibatalkan oleh pemerintah pusat. Menurut dia, Dishub Kepri sudah mengirim surat, bahkan sudah bertemu Dirjen Perhubungan Laut, Menhub RI untuk memastikan hal tersebut. ”Malah kita minta kapalnya lebih besar untuk pelayaran ke Tambelan itu, dibandingkan ukuran kapal roro yang ada di Tanjunguban saat ini,” terangnya.

Menurut Aziz, ketika dioperasikan, kapal tersebut akan berlayar dari Tanjungpinang. Yaitu dari pelabuhan ASDP roro Pelabuhan Dompak menuju Tambelan (PP). Jaraknya pelayaran 21 mil dengan kecepatan maksimal 8 knot. ”Kira-kira perjalanan 30 jam di tengah laut,” demikian ditambahkannya.(YENDI-SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here