Momen Idul Adha, Pembeli Daging Sapi Segar Berkurang

0
625
MEMOTONG DAGING: Pedagang sedang memotong daging sapi segar di Pasar Bestari Bincen Tanjungpinang, belum lama ini. F-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Jelang Hari Raya Idul Adha tidak mempengaruhi harga daging sapi segar, yang dijual para penjual daging sapi segar di Pasar Bestari Bintancentre (Bincen) Tanjungpinang. Hal itu seperti yang diutarakan salah satupedaganag daging sapi, Sandi, kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (30/8).Saat ini, daging sapi segar yang dijualnya masih Rp 140 ribu per kilo. Harga tersebut dibilang sama atau tidak mengalami penurunan maupun kenaikan harga dari yang sebelumnya. “Lebaran Idul Adha bervbeda dengan Lebaran Idul Fitri, sekarangharga tidak naik saja sepi pembeli,” tuturnya.

Menurutnya, hal ini dipengaruhi banyaknya masyarakat yang mendapatkan daging kurban. ”Walaupun dapatnya mungbkin sedikit tapi sebagian masyarakat menilai tak perlu beli lagi,” katanya lagi.

Meski demikian, ia mengaku ada juga yang beli dalam jumlah banyak. Hanya saja tidak se ramai saat Lebaran Idul Fitri. Bahkan momen itu, harga daging naik namun pembeli sangat ramai. ”Kalau Lebaran Idul Adha, masakan daging sapi wajib ditengah masyarakat,” ucapnya dia.

Dampaknya, katanya, setelah habis lebaran Idul Adha, mulai berkurang masyarakat beli daging sapi segar yang dijualnya. Kurang daya beli daging sapi segar bisa mencapai 60-70 persen. Karena masyarakat masih memiliki daging sapi segar di rumahnya. Bisa jadi, masyarakat belum atau sudah mengelola daging sapi segar menjadi menu masakan di rumahnya. Oleh karena itu, ia nanti akan memotong atau menyembelih satu ekor sapi berukuran kecil, yang memiliki bobot daging sekitaran 100an kilo daging. ”Biasanya kita potong dua ekor sapi,” sebut dia.

Hal ini dibenarkan, Heri , salah satu penjual daging sapi segar di Pasar Bestari Bincen Tanjungpinang. ”Kita nanti akan potong satu ekor sapi yang memiliki bobot 100 kilo daging. Biasanya, kita potong sapi yang berbobot 200 kiloan daging,” terang dia.

Alasanya, karena daya beli daging sapi segar yang dijualnya nanti, sudah mulai berkurang. Ia prediksi, mulai kelihatan sepi beli daging segar pada Sabtu (2/9) hingga berlangsung selama satu bulan. ”Ada juga yang membeli daging sapi segar tapi gak banyak. Diluar yang memang langganan membeli. Apakah pemilik rumah makan atau pedagang di rumah-rumah,” sebut dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here