Monumen Bahasa Harus Dibangun

0
591
DIBANGUN: Sejumlah pekerja saat membangun pondasi monumen bahasa di Penyengat beberapa waktu lalu. f-dok/tanjungpinang pos

Pengurus LAM Kepri Ngotot Perjuangkan

Pembangunan monumen bahasa di Pulau Penyengat harus dilanjutkan. Pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri akan mengawalnya.

TANJUNGPINANG – Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri H Abdul Razak, menyampaikan dirinya baru-baru ini menghadiri rapat bersama tim teknis Dinas Kebudayaan (Disbud) Kepri di Kantor Disbud, Pulau Dompak membahas rencana pembangunan proyek museum LAM Kepri.

”Saya cakap kepada semue yang hadir waktu itu, awak ini semua buat perencanaan macam asal-asalan. Nasib pembangunan monumen bahasa Pulau Penyengat tak siap-siap dibangun, sekarang rencana mau bangun museum lagi,” terang Abdul Razak, Rabu (5/7). Razak pada waktu itu, secara gamblang menolak rencana pembangunan proyek fisik museum oleh Disbud Kepri.

Karena menurut dia, hanya untuk menghambur-hamburkan biaya yang tak sedikit. Kenapa tidak proyek monumen bahasa di rancang baru Detail Engineering Design (DED)-nya.  Persoalan momumen bahasa belum selesai dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat umum, justru akan membangun proyek yang dinilai tak berdampak positif untuk Kepri saat ini.

”Kalau monumen bahasa itu, ada sejarahnya,” tegas Abdul razak lagi. Dia bukan tak setuju dengan rencana baik Disbud tersebut, hanya saja kalau direncanakan saat ini, tak baik hanya menghabis-habiskan anggaran hingga puluhan miliar.

”Besar pemeliharaannya, belum lagi barang-barang di museum itu mau dijaga di rawat, butuh biaya yang cukup besar, tak sedikit untuk pemeliharaannya,” tambahnya. Sebelumnya juga Abdul Razak juga kembali menyuarakan masalah tertundanya pembangunan Monumen Bahasa Melayu ini.

Proyek Pembangunan yang diangarkan lewat Dinas Kebudayaan (Disbud) Kepri ini sempat dikerjakan pada 2014 lalu oleh dikerjakan PT Sumber Tenaga Baru (STB). Kontrak proyeknya Rp 12,5 miliar yang dilaksanakan pada pertengahan 2014 lalu. Pada perjalanannya, proyek ini mangkrak yang menyebabkan kontraktor di-black list. Menurut Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri H Abdul Razak, proyek pembangunan Monumen Bahasa Melayu (MBM) di Pulau Penyengat, Tanjungpinang itu harus dilanjutkan.

”Kita minta provinsi melanjutkan proyek momen bahasa yang tertunda tersebut apapun alasanya. Kalau misalnya DED-nya yang bermasalah, buat ulang DED-nya lalu lanjutkan pembangunannya,” tegas H Abdul razak di Tanjungpinang. Menurut Abdul Razak, kalau masalah teknis yang menjadikan alasan Pemprov tidak bisa melanjutkan, proyek monumen bahasa tersebut itu tidak masuk akal.

”Karena proyek itu memiliki nilai sejarah, selain cita-cita mendiang HM Sani. Keberadaan monumen itu nanti, menjadikan Kepri memiliki ikon wisata,” tambah dia. Bahkan Ketua Komisi IV DPRD Kepri Teddy Jun Askara (TJA) juga mendorong, Pemprov Kepri melanjutkan pembangunan proyek monumen bahasa yang masih tertunda. Sesuai cita-cita mendiang HM Sani Gubernur Kepri pada saat beliau masih menjabat pada waktu itu.

”Mungkin kalau tidak bisa teknisnya di Dinas Kebudayaan, ya dilanjutkan Dinas PU. Karena memang Disbud tidak ada orang teknisnya,” tambahnya. Politisi Golkar dari Dapil Tanjungpinang tersebut, ia siap mengawal proyek lanjutan monumen bahasa tersebut. Agar ada titik terangnya oleh Pemprov Kepri.

”Ya kalau tidak diusulkan, ya tidak akan masuk,” tambahnya. Bahkan soal, apakah terhambat tidak dianggarkan bahkan direncanakan Pemprov Kepri di tahun angaran 2017, monumen bahasa tersebut karena sedang proses penyidikan oleh Kajati Kepri. ”Memang sudah di audit oleh BPKP sudah jelas dan hasil auditnya sudah keluar. Biarkan saja proses penyelidikan di kejaksaan, kita tinggal lanjutkan ke depan,” tegas TJA demikian.(SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here