Motor Kemenakan Dibuang, Rangkanya Dipreteli

0
387
Paman Adji di kantor Polisi. F-raymond/tanjungpinang pos

Benci Menjadi-jadi Paman Adji

Sakit hati sang paman terhadap anak kemenakannya yang menolak mengantar dan menjemputnya saat bekerja, berpitam dendam. Diam-diam sepeda motor keponakannya itu ia buang ke kolam ikan lele di Batu 18.

Tanjungpinang – KALAU paman sudah begitu membenci keponakan, runyam akibatnya. Pemicunya memang tak boleh dianggap sepele.

Ardiansyah, si kemenakan, tak menghargai dan tidak pernah mau menolong setiap kali diperlukan pamannya. Dendam paman pun bertabuh. Bukan hanya sepeda motor Adji yang dicurinya tetapi satu unit handphone milik korban juga disikatnya.

Kejadian bermula dua bulan lalu tepatnya 27 Desember 2016 sekitar pukul 03.00, tersangka Aji mencuri sepeda motor RX-King di Jalan Anggrek Merah Gang Gading Mas 2.

Usai mencuri sepeda motor dan handphone milik korban, motor tersebut dipreteli tersangka. Setelah sepeda motor sudah tinggal rangka, langsung dibuang ke dalam kolam lele.

Setelah melakukan penyelidikan selama dua bulan, Polsek Tanjungpinang Timur mendapat titik terang. Dari penyelidikan didapat informasi bahwa yang mencuri sepeda motor dan handphone milik korban adalah pamannya sendiri.

Personel Polsek Tanjungpinang Timur langsung melakukan pengintaian terhadap tersangka dan memancing pelaku untuk datang ke rumah korban.

Disitulah polisi menangkap paman korban. Saat ditangkap, dari tangan tersangka polisi mengamankan satu unit handphone milik korban.

Tersangka dan barang bukti langsung digiring ke Polsek Tanjungpinang Timur Rabu (21/2) sekitar pukul 16.00.

Untuk mencari barang bukti curian, polisi melakukan interogasi lebih dalam. Tersangka mengakui bahwa dirinya telah mencuri barang milik korban yang merupakan keponakan didasari rasa sakit hati.

Dari pengakuan tersangka, barang bukti sepeda motor yang dicurinya dibuang ke dalam kolam lele.

Anggota Polsek Tanjungpinang Timur beserta tersangka mendatangi lokasi pembuangan dan melakukan penyelaman.

Di kolam itu ditemukan rangka sepeda motor sementara tangki dibuang yang dibuang ke semak-semak juga berhasil ditemukan anggota Polsek Tanjungpinang Timur.

Atas perbuatan tersangka, korban mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta. Tersangka dijerat dengan pasal 363 KUH Piadana dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP AKP Efendri Al mengatakan, tersangka merupakan paman si korban berhasil diringkus, Senin (21/2) sore dengan cara dipancing datang ke rumah ponakannya.

Motor yang dicuri dipreteli spare part-nya lalu ditenggelamkan ke kolam lele di Batu 18. Sedangkan handphone dipakainya sehari-hari. Dengan cara seperti itu rasa sakit hati tersangka terpuaskan.

“Motif tersangka karena sakit hati, minta diantar pulang tak mau, setiap minta tolong tak dihargai. Sehingga sakit hati. Motor dan handphone milik keponakan dicurinya,” ujarnya.

Sekitar dua bulan melakukan penyelidikan, kata Efendri Ali, pihaknya mendapatkan informasi dan Unit Reskrim melakukan penangkapan di rumah korban di Jalan Anggrek Merah Gang Gading Mas 2 Blok D Nomor 4.

Saat ditangkap, pihaknya mendapatkan barang bukti handphone dan sepeda motor milik keponakan tersangka tersebut.

Parahnya, kata Efendri Ali, barang bukti sepeda motor tersebut sudah tidak utuh. Artinya, tersangka mempreteli motor itu dan membuangnya ke kolam lele miliknya yang berada di Batu 18, Bintan.

Untuk mendapatkan barang bukti sepeda itu, pihaknya membutuhkan pengorbanan yang cukup menantang, yakni menyelam ke dalam kolam lele tersebut.

“Motor itu kita dapatkan dalam kondisi tidak utuh, tangki dan rangkanya terpisah, mesinnya pun tak ada,” ungkapnya.

Dari hasil penyidikan sementara, lanjut Efendri Ali, motif tersangka melakukan pencurian itu karena sakit hati dengan ponakannya sebab tersangka sering tak dihargai.

“Pada saat tersangka meminta antar pulang, ponakannya tak mau, seperti tak dihargailah, makanya timbul sakit hati, atas kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp10 juta,” sebutnya.

Di waktu yang sama, Kapolsek Tanjungpinang Timur juga mengatakan, pihaknya juga melakukan penangkapan terhadap Anton Gunawan (20), warga Perum Lembah Asri karena mencuri satu unit handphone merek Apple milik Chiata Nindia Sarchnnel pada 13 Februari lalu. Anton Gunawan ditangkap di Cafe Loco di kawasan Rimba Jaya usai 2 jam melakukan aksinya atau sekitar pukul 16.30.

“Tersangka mengaku mengambil handphone di dasbor motor pada saat korban memarkirkan motornya selama satu jam di parkiran Puskesmas Mekar Baru, setelah itu korban lalu melaporkan ke Mapolsek Tanjungpinang Timur,” jelasnya.

Terhadap tersangka Anton Gunawan, polisi mengamankan handphone milik korban dan sepeda motor milik pelaku, Honda Supra Bernomor Polisi BP 6242 BD. Atas perbuatan kedua tersangka tersebut, Adji Tanjung dikenakan Pasal 363 dengan ancaman penjara selama 7 tahun.

“Sedangkan AG kita kenakan Pasal 362 ancaman 5 tahun penjara,” tutupnya.(Raymon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here