Mudik, Armada ke Pesisir Minim

0
570
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun menjadi tekong pompong saat membawa masyarakat pulang ke rumahnya di salah satu daerah pesisir di Karimun, baru-baru ini.f-istimewa/humas pemprov kepri

Beberapa perwakilan daerah menyampaikan keluhan kekurangan armada ke daerah serta fasilitas pelabuhan yang tak memungkinkan. Hal ini disampaikan saat pembahasan kesiapan arus mudik lebaran di Tanjungpinang, Senin (4/6).

TANJUNGPINANG – SAAT itu disampaikan bahwa armada banyak yang kurang terutama untuk pulau-pulau kecil berpenduduk. Untuk mengatasinya, maka trip diperbanyak karena tidak mungkin menambah jumlah kapal saat ini.

Hal ini terjadi di hampir seluruh daerah pulau-pulau kecil berpenghuni di Kepri. Sedangkan armada untuk antarkota di Kepri mencukupi seperti Tanjungpinang-Batam misalnya. Kepri sendiri memiliki 2.408 pulau dan sekitar 350 pulau diantaranya berpenghuni.

Rapat tersebut dipimpin Gubernur Kepri H Nurdin Basirun diikuti dari pihak kepolisian, KSOP dan pihak terkait lainnya. Hampir seluruh perwakilan yang mendapat kesempatan untuk memaparkan kondisi di daerahnya mengeluh kekurangan armada dan fasilitas pelabuhan yang minim.

Di satu sisi, mereka diminta memberi kenyamanan dan keamanan kepada penumpang, sementara fasilitasnya tidak mendukung. Kapolsek KKP Polres Tanjungpinang, Kompol Darmawan menyampaikan, di Tanjungpinang sendiri ada lebih kurang delapan pelabuhan angkutan orang dan barang.

”Namun, terkait masalah keamanan sewaktu-waktu bisa kami atasi, namun tidak dengan masalah bencana alam. Untuk mengantisipasinya, kami di lapangan sangat kekurangan fasilitas, sehari-hari kami berkoordinasi dengan SAR,” ujarnya.

Baca Juga :  Bernyanyi 7 Jam Nonstop, Masuk Muri

Sementara, pada kesempatan yang sama pun perwakilan KSOP dari beberapa pulau di Pulau Bintan, Karimun, Tarempa sampai dengan Natuna juga menyampaikan hal yang tidak jauh berbeda.

Meskipun pada hakekatnya, seluruh petugas KSOP bersama jajaran lainnya menyampaikan kesiapannya, tapi tak terkecuali dari beberapa persoalan yang dibahas, mereka juga mengeluhkan minimnya fasilitas pelabuhan yang tersedia.

Sehingga ke depan, perlu bantuan Pemprov Kepri untuk melihat kondisi yang saat ini terjadi di tempat mereka bertugas. Dalam kesempatan itu, Kadishub Kepri Jamhur Ismail mengatakan bahwa kondisi seperti yang paling dibutuhkan adalah koordinasi bersama. Apakah dari KSOP, pihak petugas bandara, maupun operator yang setiap hari melayani penumpang yang sedang mudik lebaran. ”Pak gubernur pesan kepada kita, pelaksaan mudik lebaran ini lancar, aman dan nyaman,” terang Jamhur.

Pada saat rapat koordinasi tersebut, lanjut Jamhur bahwa petugas Syahbandar dan operator menyampaikan kondisi cuaca yang seiring waktu selalu berubah-ubah.
Tak hanya di laut, bahkan penerbangan pun menyampaikan terkait cuaca yang sering tidak menentu. ”Maka kita minta baik operator laut dan udara, wajib berkoordinasi dengan BMKG, sebelum melakukan perjalanan,” sarannya demikian.

Gubernur H Nurdin Basirun menegaskan musim mudik yang tiap tahun terjadi harus dapat dirasakan dengan bahagia bagi masyarakat. Tentu perjalanan mudiknya harus aman nyaman dan selamat hingga kembali lagi. Semua itu perlu ditopang dengan kesiap-siagaan dari instansi terkait dalam mewujudkan hal itu.

Baca Juga :  Belum Ada Niat Lanjutkan Pembangunan

”Mari kita berkoordinasi bersama, satukan persepsi sediakan kenyaman mudik bagi masyarakat,” ujar Nurdin saat membuka rapat koordinasi persiapan dan kesiapan angkutan lebaran 2018 di ruang rapat kantor KSOP Tanjungpinang, Senin (4/6) pagi.

Menurut Nurdin, koordinasi memang diperlukan terutama bagi Kepri yang merupakan daerah kepulauan. Apalagi angkutan laut menjadi armada yang banyak digunakan dan dengan beberapa titik yang memang cukup padat perlu diperhatikan kenyamanan dan keamanannya.

”Pengawasan juga harus tegas bagi para armada transportasi laut,” lanjut Nurdin.

Nurdin menambahkan dengan cuaca pancaroba sekarang perlu menjadi perhatian khusus, selalu diantisipasi dini agar ke depan nya tidak terjadi hal hal yang tak diinginkan. Apalagi kecelakan tersebut terjadi karena human error.

Nurdin mengatakan, kebahagiaan yang dirasakan masyarakat dalam perjalanan merupakan kebahagiaan instansi yang berperan dalam hak tersebut. ”Jangan lah sampai kejadian terjadi, barulah menyesal,” kata Nurdin lagi.

Sementara itu, Kepala satuan ops pelabuhan Aprianus Hangki menjelaskan operator-operator yang bertugas di pelabuhan akan menjadi pengawas setiap armada keluar dan masuk. Ini menjadi teknis penting ketika hari H nantinya. ”Kita akan perintahkan operator-operator untuk lebih ditingkatkan lagi pengawasannya,” kata Aprianus.

Baca Juga :  Aset Negara Ratusan Miliar Bikin Maling Kenyang

Perwakilan Pelindo Ruslim menjelaskan tentang fasilitas yang disiapkan di Pelabuhan Sri Bintan Pura saat ini sudah sangat memadai dan cukup untuk lonjakan penumpang. Begitu juga dengan pos-pos bersama yang disiapkan dalam pelabuhan.

”Untuk kesiapan pelabuhan dan ruang tunggu, prinsipnya untuk angkutan lebaran tahun ini, kita bilang cukup memadai,” kata Ruslim.

Kepala Dinas Perhubungan Jamhur Ismail, mengatakan pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan instansi terkait. Untuk transportasi laut, darat dan udara hingga saat ini belum ada perubahan dan kenaikan harga, apalagi keamanan dan kenyamanan penumpang itu sendiri.

”Kita meminta ke operator angkutan untuk tidak menaikan harga, dan lebih safety nantinya,” kata Jamhur.

Begitu juga dengan perwakilan pihak ASDP, Syahbandar, Polda Kepri, Basarnas, Kantor Pelayanan Bandara dan Pelni, menjelaskan dan melaporkan kesiapan-kesiapan armada dan operator nya yang sudah di koordinasikan.

Dengan sudah siaga nya menghadapi lonjakan penumpang dan siaga keselamatan bila terjadi kecelakan nantinya, maka pada prinsipnya semua stakeholder sudah siap dan siaga.(SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here