Mudik Gratis Pakai Kapal Pemda

0
371
WARGA Natuna yang akan mudik ketika menunggu di pelabuhan Tanjungpinang untuk menaiki kapal milik Pemda Natuna Mv Indra Perkasa tujuan Natuna, Kamis (16/5). f-istimewa
Sekitar 80 orang warga Natuna yang menempuh pendidikan atau perantau di Tanjungpinang, akhirnya bisa mudik lebaran lebih awal dengan menggunakan kapal Pemkab Natuna Mv. Indra Perkasa.

NATUNA – Kapal Mv Indra Perkasa bertolak dari Tanjungpinang menuju Natuna, Selasa (14/5) kemarin.

Warga Natuna yang ikut dalam rombongan tersebut ada juga yang sedang sakit, dan ingin balik ke kampung halamannya.

”Kemarin, kita sudah membawa sebagian warga Natuna yang ingin melaksanakan mudik lebaran dikampung halaman. Mereka yang ikut mudik gratis, dengan kapal Mv Indra Perkasa mulai masyarakat Natuna yang bekerja disana, dan ada juga yang sedang libur kuliah di Tanjungpinang,” kata Iskandar DJ, melalui telepon, Kamis (16/5).

Keberadaan kapal Mv Indra Perkasa di Tanjungpinang kemarin, dalam rangka perawatan rutin dan juga sekaligus mengantar rombongan MTQH yang diadakan di Bintan.

”Berdasarkan arahan bupati, agar kapal Indra Perkasa bisa membawa masyarakat yang ingin mudik atau pulang kampung ke Natuna,” ujarnya.

Iskandar menambahkan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam mengantisipasi lonjakan mudik pada jelang lemaran nanti.

”Untuk mengatisipasi lonjakan jumlah pemudik, kita akan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait, seperti Lanud, Lanal, Polres, Dandim, Dasarnas dalam meminta bantuan tranportasi guna lonjakan pemudik nanti,” tandasnya.

Belum lagi kapal KM Bukit Raya mengalami keterlambatan beroperasi layani pemudik.

Sebab, belum lama ini manajemen PT Pelni memlalui Tanjungpinang Pos menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan masyarakat Pulau Tujuh dan Kepulauan Riau, atas permasalahan teknis kapal KM. Bukit Raya dan harus menunggu suku cadang mesin yang dikirim dari Jerman.

Seharusnya, KM Bukit Raya dapat melayani masyatakat Kepri namun tidak maksimal karena adanya kendala proses pengiriman spare part yang jauh dipesan dari Jerman belum juga datang.

Sebelumnya, sesuai dengan jadwal yang diprediksikan, pada tanggal 15 Mei 2019 KM Bukit Raya sudah bisa beroprasi dan telah dirilis ternyata mengalami keterlambatan diluar kekuasaan PT. Pelni.

”Kendala keterlambatan pengoprasian KM Bukit Raya yang rencananya 15 Mei ini sudah bisa berjalan. Terpaksa kami undur sampai tanggal 20 Mei 2019 mendatang. Dipastikan tanggal 23 Mei, sudah bisa beroprasi melayani masyarakat Kepri terutama Natuna,” kata Direktur Armada PT. Pelni, M. Tukul Harsono, dalam keterangan kepada media Tanjungpinang Pos, Selasa (14/5).

Ia juga meminta doanya, kepada seluruh masyarakat Kepri semoga KM Bukit Raya segera selesai perbaikan dan dapat segera melayani masyarakat dalam Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran pada tahun ini.

”Kita berharap masyarakat dapat mendoakan, agar proses perbaikan KM Bukit raya bisa kembali melayani masyarakat Pulau Tujuh dan Kepri,” tutupnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna Iskandar DJ membenarkan, keterangan langsung dari pihak PT Pelni itu kalau kondisi keterlambatan KM Bukit Raya dikarenakan menunggu spare part yang jauh dipesan dari Jerman. (HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here