Mujiono Sempat Diseret ke Dasar Sungai

0
1786
MUJIONO terbaring saat dirawat di RSUD Encik Meryam Lingga, kemarin. Ia harus mendapat 40 jahitan.f-tengku/tanjungpinang pos

Nelayan Lingga Berjibaku meLepas diri dari gigitan Buaya

Harus bisa lepas. Hanya itu yang ada di pikiran Mujiono (29) saat berjibaku melepaskan diri dari keganasan buaya yang berusaha memangsanya di dalam air di Sungai Kerandin, Lingga, Rabu (31/1) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

LINGGA – EMPAT gigi buaya sudah menembus daging pahanya. Bahkan, predator buas itu sempat menyeretnya ke dalam air. Namun Mujiono terus meronta dan berusaha melepaskan diri sekuat tenaga.

Sambil menahan nafas di dalam air, Mujiono berusaha melepaskan celananya agar tidak semakin jauh diseret di kedalaman air. Akhirnya celananya bisa dilepas dan pahanya robek akibat terkaman gigi tajam binatang pemakan daging itu.

Dengan sisa tenaga yang ada, Mujiono berenang sekuat tenaga ke tepi lalu kabur ke hutan. Sambil menahan rasa sakit dan berusaha menutupi luka di kaki dengkul dan pahanya, Mujiono akhirnya sampai di perkampungan setelah tiga jam melewati hutan.

Baca Juga :  Ratusan Warga Mengungsi

Warga yang bekerja sebagai nelayan ini diterkam buaya saat memasang jaring kepiting di Sungai Kerandin, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, sekitar Pukul 16.00 WIB.

Kepada wartawan, korban mengisahkan, dirinya diterkam buaya tersebut saat berada di atas sampan dan langsung dibanting ke dalam air. Dalam kondisi tersebut korban mengaku tidak mengetahui apa-apa.

Ia hanya berusaha melakukan perlawanan agar bisa lolos. Korban tidak mengetahui sebesar apa buaya yang nyaris membinasakannya. ”Beruntung, celana yang saya pakai lepas dari badan hingga saya bisa lepas dari gigitan buaya tersebut,” sebutnya, kemarin.

Setelah lepas dari mulut maut itu, Mujiono berupaya keras menggapai daratan. Setelah sampai daratan korban menerobos hutan bakau selama tiga jam melewati jalan pintas pulang ke pemukiman.

Baca Juga :  Rendah Kolesterol, Tinggi Protein

”Saat itu saya tidak ingat apa-apa. Terasa seperti mimpi mengalaminya mendadak begitu. Saya tidak bisa mencapai sampan karena hanyutnya ke tengah sungai,” ucap Mujiono.

Sampainya korban di kediamannya sekitar pukuk 20.00 WIB, keluarga lalu membawanya ke RSUD Encik Maryam untuk penanganan medis karena mengalami luka serius di bagian paha dan lutut bagian kanan.

”Kata perawat tadi, ada 40 jahitan bagian luar dan 11 jahitan bagian dalam. Ada 4 lubang bekas gigi buaya,” katanya sambil menahan sakit bekas jahitan itu.

Sementara itu, salah seorang warga setempat bercerita, korban dari keganawan buaya di daerah ini bukan hanya dialami Mujiono. Beberapa wargab lainnya yang juga bekerja sebagai nelayan pernah mengalami hal yang sama dalam sepekan terakhir.

Baca Juga :  Inilah 131 Nama Penyair yang Diundang ke FSIGB 2018

”Memang Mujioko yang paling parah. Seminggu lalu juga adan nelayan yang hampir diterkam buaya, namun bisa menghindar sehingga selamat dan melarikan diri. Tidak ada luka,” ujar pria yang minta namanya tak dikorankan itu.

Ia berharap pemerintah daerah bisa mencarikan solusi menangkap buaya itu. Bila kondisi ini dibiarkan terus, maka warga akan takut turun ke sungai mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga.

”Harus ada upaya pemerintah untuk mencari solusi bagaimana menangani buaya yang berkeliaran di sungai itu,” harapnya.(TENGKU)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here