Multi Etnis, Pemilu di Perbatasan Tanpa Riak

0
53
Foto bersama Tim Keamanan Polri dan TNI bersama Bupati Anambas, KPU, Bawaslu, Kejaksaan dan Kepala OPD yang sama-sama menyukseskan Pemilu damai di Anambas. f-indra gunawan/tanjungpinang pos

ANAMBAS – Kabupaten Anambas layak jadi percontohan ke depan untuk ajang pesta demokrasi rakyat. Meski multi etnis di daerah perbatasan itu, namun penyelenggaraan Pemilu berjalan aman, nyaman, damai tanpa riak-riak apapun.

Bahkan, daerah ini juga yang pertama menyelesaikan Pleno penetapan suara Capres-Cawapres serta para wakil rakyat terpilih di Kepri. Tingkat partisipasi pemilihnya juga sangat tinggi yakni 83 persen. Jauh lebih tinggi dari target nasional 77,5 persen.

Pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 17 April 2019 silam telah mencapai klimaksnya di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA).

Hal ini ditandai dengan rapat pleno terbuka tingkat kabupaten yang digelar di Gedung Balai Pertemuan Masyarakat Siantan (BPMS), Kamis (2/5).

Pada Pleno yang berlangsung hingga pukul 02.30 WIB pagi, Jumat (3/5) itu, akhirnya ditetapkan siapa pemenang yang dipilih oleh masyarakat kabupaten terdepan di Provinsi Kepri itu, baik untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten.

Pada rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Anambas Jupri Budi itu, masing-masing saksi baik itu dari pasangan Presiden-Wakil Presiden 01 Jokowi-Ma’ruf Amin maupun pasangan 02 Prabowo-Sandi sama-sama menerima hasil pleno yang dilakukan dengan sama-sama menandatangani berita acara rekapitulasi pleno KPU.

Selama pleno berlangsung sama sekali tidak ada riak ataupun protes dari masing-masing saksi. Sehingga rapat pleno tersebut berjalan dengan lancar, bahkan pihak keamanan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Junoto, SIK berada di Gedung BPMS hingga pukul 03.00 WIB dini hari.

”Alhamdulillah, rapat pleno terbuka tingkat kabupaten berjalan dengan aman lancar dan situasi yang kondusif. Saat ini bukan hanya peserta Pemilu yang menerima hasil ini, namun seluruh masyarakat juga menerima hasilnya,” ujar Budi, Jumat (3/5).

Ia mengungkapkan, secara keseluruhan hasil Pileg dan Pilpres di Anambas itu sudah berjalan dengan sangat baik dan berjalan dengan sukses dan lancar sesuai dengan harapan masyarakat yang diamanahkan kepada KPU serta pihak keamanan.

Budi melanjutkan, penyelenggaraan dikatakan sukses karena mulai pelaksanaan sampai dengan tingkat partisipasi masyarakat juga cukup tinggi. Saat ini untuk partisipasi berkisar 83 persen atau lebih tinggi dari target nasional sebesar 77,5 persen.

”Sukses pelaksanaan semua peserta Pemilu dapat menerima hasil Pemilu tingkat kabupaten tanpa sengketa dan terlihat dari hasil pleno rekapitulasi tidak ada satupun Parpol maupun perorangan serta saksi Pilpres yang menyanggah hasil pleno rekapitulasi. Tidak ada dari data yang mereka pegang itu berbeda dengan dengan hasil dari pleno,” jelasnya.

Budi juga mengapresiasi TNI-Polri yang ada di Anambas yang terus membantu dalam pengamanan, distribusi logistik walaupun luas daratan Anambas kurang dari dua persen, namun kondusivitas dapat terjaga, masyarakat aman damai, nyaman selama proses Pileg dan Pilpres berlangsung.

”Kita sangat apresiasi kepada TNI Polri yang mampu menjaga kondusivitas dari awal hingga berakhirnya pesta demokrasi. Kemudian kepada pemerintah daerah dan stakeholder lainnya yang berpartisipasi dalam menyukseskan Pemilu dan Pileg tahun 2019, dan menjadikan Anambas daerah perdana yang menyelesaikan rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara di Provinsi Kepri,” tegasnya sumringah.

Kabupaten ini, tambah Budi, terletak di perbatasan dengan multi etnis, namun masyarakat berpartisipasi penuh dalam sukseskan Pemilu.

”Harapan kita, ini menjadi momentum sebagai perekat NKRI. NKRI harga mati,” tukasnya.

Ketua Bawaslu KKA Yopi Susanto membenarkan bahwa Pileg dan Pilpres di Anambas berjalan aman dan lancar sesuai dengan harapan.

Sepanjang tahapan, kata dia, kondisi di Anambas terasa aman dan kondusif, meski ada Pemilihan Suara Ulang (PSU) namun itu hanya kesalahan administrasi.

”Kita sangat apresiasi, secara keseluruhan Pemilu di Anambas baik dengan kondisi aman dan kondusif, apresiasi dengan TNI Polri dan stakeholder yang ada dalam menyukseskan Pemilu,” ucapnya.

Sementara itu Syamsil Umri, Ketua Tim Pemenangan Pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf Amin di Anambas, mengakui bahwa Pemilu di Anambas berjalan dengan baik, tanpa adanya intervensi dan intimidasi sehingga semuanya berjalan lancar.

”Alhamdulilah semua berjalan lancar hasilnya sesuai dengan perhitungan form C1 yang kita dapat di lapangan,” jelasnya.

Dari tim pasangan 02 Prabowo-Sandi dikonfirmasi enggan berkomentar, namun saksi tidak memprotes dan telah menandatangani berita acara.

Sekretaris Daerah KKA Sahtiar mengapresiasi proses Pileg dan Pilpres di Anambas yang berjalan dengan aman dan lancar, sesuai dengan harapan.

”Kita sangat mengapresiasi jalannya Pemilu di Anambas yang berjalan dengan aman lancar, sesuai dengan harapan masyarakat,” kata dia.

Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Junoto, SIK mengatakan, pihaknya berupaya maksimal dalam mendukung terselenggaranya Pemilu yang aman damai kondusif jujur dan adil.

Untuk itu sejak awal dari mulai pendistribusian logistik yang diperkirakan jadi kendala di Anambas mampu diatasi dengan baik, dengan mengatasi kendala cuaca, belum lagi dengan keterbatasan Anambas yang terpisah dengan laut.

”Koordinasi dan komunikasi menjadi kunci sukses dalam mendukung terciptanya Pemilu yang aman dan damai,” bebernya.

Sejak awal, tambah dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, selain itu perencanaan dan persiapan yang matang merupakan kunci suksesnya penyelenggaraan Pemilu.

”Kunci dalam menjaga kondusivitas adalah dengan koordinasi dan komunikasi yang terjalin dengan baik,” tegasnya.

Dalam melaksanakan pengamanan, pihaknya melibatkan 200 personel secara keseluruhan baik dari BKO Polda, TNI dan Organik Polres Anambas. (ign)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here