Mulus, Isdianto Jadi Wagub

0
668
UCAPAN SELAMAT: Sejumlah tokoh masyarakat Kepri menyampaikan ucapan selamat kepada Isdianto usai dipilih jadi Wakil Gubernur Kepri di Gedung DPRD Kepri di Dompak, Kamis (7/12) kemarin. f-suhardi/tanjungpinang pos

Terpilih Aklamasi

Langkah Isdianto menjadi Wakil Gubernur (Wagub) Kepri akhirnya terwujud. Ia terpilih secara aklamasi saat Pemilihan Wakil Gubernur Kepri di Gedung DPRD Kepri di Dompak, Kamis (7/12).

DOMPAK – SAAT pemilihan itu, sebanyak 34 orang dari 45 total anggota DPRD Kepri hadir. Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak yang memimpin paripurna menyatakan, anggota dewan tak perlu melakukan pencoblosan kertas suara karena kandidat hanya satu orang, Isdianto.

Untuk tidak mencederai demokrasi, maka kandidat tunggal dipilih secara aklamasi saja. Gedung megah itu pun seketika bergema menyatakan setuju ketika Jumaga bertanya apakah setuju memilih Isdianto secara aklamasi menjadi Wagub Kepri.

Isdianto dipilih berdasarkan kesepakan anggota DPRD, masing-masing antara lain, Fraksi Partai PDIP, Golongan Karya (Golkar), PKS, Demokrat, PAN dan PPP. Sedangkan, Partai NasDem, PKB dan Hanura tidak memberikan hak suaranya dalam proses pemilihan yang dilakukan secara aklamasi tersebut.

”Insya Allah, setelah ini saya akan bertemu Pak Gubernur. Untuk menyampaikan, bahwa saya siap membantu kerja Pak Gubernur. Siap menerima perintah dan sebagainya,” ujar Isdianto kepada wartawan usai paripurna pemilihan Cawagub Kepri periode 2016-2021.

Jumaga sebelum menutup paripurna mengatakan, setelah pemilihan dilakukan, Sekwan akan segera menyurati Presiden melalui Mendagri untuk penetapan Isdianto sebagai Wagub Kepri.

”Tolong secepatnya diurus administrasinya Pak Sekwan,” kata Jumaga.

Saat paripurna itu, seratusan massa datang menyaksikannya. Dukungan ke Isdianto pun terus mengalir. ”Masyarakat Kepri mendukung pemerintahan Pak Gubernur dan Pak Isdianto. Hidup Pak Isdianto,” ujar salah seorang pendukung.

Turut hadir saat itu Ketua DPD Partai PDI Perjuangan Soerya Respationo dan Ketua DPD Golkar Kepri H Ansar Ahmad, Ketua DPW PKS Kepri Raden Hari Tjahyono.

Ketiga tokoh politik Kepri tersebut berpendapat, bahwa mereka setuju atas terpilihnya Isdianto. Bahkan, mereka berharap setelah terpilihnya Isdianto ini, polemik permasalahan Wagub Kepri selesai dan berakhir saat ini.

”Saya ucapkan selamat kepada saudara Isdianto. Mudah-mudahan dapat melaksanakan tugas pemerintahan dalam mensejahterakan rakyat. Ingat sumpahnya. Kami bertiga sudah sepakat mengusung Isdianto,” ujar Soerya Respationo.

Tak hanya Soerya, bahkan Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak menginginkan tidak adalagi polemik masalah Wagub. Karena menurut dia, proses pemilihan Cawagub Kepri sudah berakhir dan DPRD Kepri sudah berhasil memilih Isdianto sebagai Wagub.

Dalam pemilihan Wagub Kepri ini, Jumaga mengklaim tidak menyalahi prosedur dan Tata tertib (Tatib) DPRD. Ia meminta masyarakat Kepri untuk menyambut baik atas keputusan anggota DPRD yang sudah memilih Isdianto secara aklamasi.

”Mekanisme pemilihan secara aklamasi ini salah satu aturan yang dibuat dalam tatib. Selain aklamasi, mekanisme lainnya, voting tertutup dan voting terbuka,” terang Jumaga.

Menurut dia, seluruh anggota yang hadir, menyetujui bahwa dengan tidak melanggar azas demokrasi, maka proses pemilihan boleh dilakukan dengan cara aklamasi. ”Dan proses aklamasi disepakati seluruh anggota yang hadir. Ini menurut saya tidak menyalahi aturan,” jelas Jumaga.

”Kalau ada yang ingin menggugat kami sudah siap, silahkan saja,” tegas Jumaga.

Lebih terang lagi, Jumaga menyampaikan, pihaknya mewakili anggota DPRD Kepri dan masyarakat Kepri menginginkan Kepri ini sudah saatnya memiliki Wagub. Melihat kondisi masalah keterpurukan ekonomi, serta ketimpangan antara pemerintah Kepri dengan lembaga lainnya.

”Tidak ada unsur lainnya, justru saya melihat partai pengusung sendiri yang sengaja mempersulit. Mungkin kawan-kawan wartawan bisa menilai,” tambah Jumaga.

Jumaga justru menambahkan, PDIP meskipun bukan partai pengusung Sanur, namun tahu dan paham betul masalah yang terjadi saat ini. Karena faktor Kepri sampai hampir kurun waktu 2 tahun tak memiliki Wagub, justru sangat berpengaruh terhadap sistem pemerintah yang ada.

”Tidak ada unsur politis, ini semata-mata untuk pelayanan masyarakat yang lebih baik,” tegas Jumaga demikian.

Anggota Panlih DPRD Kepri, Abdul Rahman menambahkan, apa yang sudah dilakukan DPRD Kepri saat ini sudah tepat. Tidak merugikan masyarakat. Jika masih ada asumsi bahwa pemilihan ini diatur dan tidak berjalan sesuai prosedur tatib yang dibuat, Abdul Rahman menyangkal hal itu.

Memang menurutnya, hasil rapat Bamus DPRD ada dua pilihan. Pertama pemilihan dilakukan aklamasi dan kedua memilih lawan kotak kosong. ”Dua opsi ini disepakati untuk dipakai. Dan hari ini, disepakati pemilihan secara aklamasi,” tambahnya.

Terhitung sejak saat ini, DPRD akan membuat hasil rapat paripurna untuk disampaikan kepada Presiden RI Jokowi. Menurutnya, tidak ada penundaan dalam masalah penetapan ini oleh Presiden Jokowi.

Ada dua langkah yang disiapkan DPRD, pertama mengirim hasil paripurna ini ke gubernur kemudian gubernur mengirim berkas itu secara resmi kepada Presiden melalui Mendagri.(MARTUNAS – SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here