Murni Kreasi Anak Pinang, yang Lain Boleh Ikut

0
452
LAUNCHING Tanjungpinang Pretzel awal Desember 2017 lalu di Tanjungpinang. Cake ini menjadi oleh-oleh khas Tanjungpinang. f-istimewa

Owner Tanjungpinang Pretzel Paparkan Strategi Bisnis

TANJUNGPINANG – Sejumlah anak-anak muda di Tanjungpinang menggagas oleh-oleh khas dari Ibu Kota Provinsi Kepri ini. Ide pembuatan oleh-oleh khas Tanjungpinang ini berawal dari pertemuan para anak muda, agar Kota Gurindam ini memiliki oleh-oleh yang khas Melayu yang kualitas bagus.

”Umumnya, pemilik usaha oleh-oleh ini para sarjana yang masih fresh, karena baru lulus. Namun belum mendapatkan kerja. Hingga, muncul ide untuk menciptakan hal yang baru. Kelima pemuda ini langsung memanfaatkan potensi yang mereka miliki.

”Usaha ini kami rintis berlima orang. Harapan kami, selain agar kami bisa mandiri, juga untuk membuka lapangan kerja,” kata Ikbal, salah satu dari lima owner Tanjungpinang Pretzel, merek dagang usaha mereka.

Berbekal pengalaman dan modal keberanian dan semangat tinggi, tercetuslah ide untuk membuka bisnis membuat Oleh-oleh khas Kota Tanjungpinang langsung mereka realisasikan.

”Tanjungpinang Pretzel namanya. Nama ini diberi untuk mengikuti arus kekinian agar cepat dikenal pasar. Cake oleh-oleh khas Tanjungpinang ini adalah yang pertama di Tanjungpinang. Dikemas dengan kemasan dan desain yang menarik dan kekinian, serta menanamkan unsur Melayu sebagai ciri budaya kota Tanjungpinang,” terang Ikbal.

Karena rasa cake-nya yang nikmat, oleh-oleh yang satu ini langsung booming dan kebanjiran order sejak di-launching awal Desember 2017 lalu. ”Kini, saat ada pegawai negeri yang keluar daerah, selalu saja ada yang pesan Pretzel sebagai oleh-oleh atau bingkisan khas dari Tanjungpinang,” sebutnya.

Karena tingginya animo dan besarnya peluang bisnis cake Pretzel ini, sambung Ikbal, pihaknya sedang menginisiasi untuk membuka beberapa outlet yang mudah dijangkau konsumen.

”Kita sedang menggagas outlet di Pelabuhan Sribintanpura. Selain itu, kita juga akan buka kantor baru di daerah Batu 9,” sambung Rasef yang juga owner Tanjungpinang Pritzel.

Rasef mengaku, sejak Tanjungpinang Pretzel di-launching tiga bulan lalu, pelancong atau turis di Kota Tanjungpinang juga banyak berburu kue ini. ”Alhamdulillah, berkat kegigihan kawan-kawan satu tim, serta upaya kita untuk mempertahankan cita rasa dan kualitas termasuk kemasan yang menarik dan higienis, membuat order terus berdatangan,” tambahnya.

Peluang bisnis satu ini semakin baik. Apalagi, masing-masing kami gencar melakukan promosi di media sosial dan sarana promisi lain. Kata Rasef, pesatnya perkembangan pemasaran Tanjungpinang Pretzel juga tidak terlepas dari trik-trik marketing yang mereka peroleh dari Saudagar Rumpun Melayu Business School.

”Kebetulan, umumnya kami belajar jiwa entrepreneurship di SRM Business School yang di dalamnya terdapat para pengusaha-pengusaha hebat asli Melayu dari berbagai latar belakang bidang bisnis,” terangnya.

Diakuinya, salah satu cara yang membuat pemasaran Tanjungpinang Fretzel berkembang cepat, karena ia punya tim khusus untuk melayani delivery order, atau antar jemput pesanan. ”Salah satu outlet kami ada di Kedai Kopi Sekanak Tanjungunggat,” sebutnya.

Diterangkan oleh Rasef lebih lanjut, para pemilik usaha Tanjungpinang Pretzel memiliki mimpi untuk membangun suatu kawasan Central Oleh-oleh di Kota Tanjungpinang. ”Tujuan kita menggagas kawasan central oleh-oleh ini untuk membantu pemerintah mempromosikan pariwisata, serta membantu memasarkan oleh-oleh khas Tanjungpinang yang diproduksi anak Pinang,” sebutnya.

Meski, produksi dan strategi mereka banyak yang mengikuti, Rasef mengaku oleh-oleh yang diproduksi asli kreasi anak-anak Pinang, yang lain boleh ngikut. ”Konsep kita ingin maju bersama,” sebutnya saat ditemui di Bintancenter, Kamis (1/3). (jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here