Musim Angin Selatan, Nelayan Merugi

0
775
NELAYAN saat menarik jala ikan di laut ketika musim angin selatan membuat tangkapan ikan menurun dari biasanya.F-ISTIMEWA

Apat (38) nelayan asal Meral, Karimun senyumnya tak seindah sepekan lalu ketika ia pulang melaut. Trip pekan ini, ia hanya bisa pasrah harus rugi jutaan rupiah karena tangkapan ikan menurun.

KARIMUN – ”Gelombang lagi tinggi, sedang musim angin selatan. Kami hanya bisa bertahan menunggu jaring dan berharap mendapat ikan yang banyak. Ternyata, tangkapan ikan tidak sesuai dengan harapan. Umpan dan perbekalan lainnya sudah habis setelah selama 1 minggu di laut. Jadi kami harus pulang,” kata Apat, Selasa (24/7) siang. Biasanya hasil tangkapan ikan, dapat menutupi biaya modal untuk membeli es, umpan dan membayar gaji kru.

Baca Juga :  Pedagang Harus Bersinergi Majukan Pasar

Trip kali ini, harus rugi dari biaya minyak, es, umpan dan gaji kru. ”Hasilnya tidak termasuk jaring yang hilang, dan kerugian semakin bertambah dan ini menjadi resiko tekong,” tutur Apat.

Menjelang cuaca membaik, ia bersama kru kapal memperbaiki beberapa bagian kapal yang perlu diperbaiki. Selain itu, ia juga mempersiapkan jaring yang memadai untuk dipakai ketika melaut pada hari berikutnya saat menunggu cuaca membaik.

Minimnya tangkapan ikan, terlihat di Pasar Puan Maimun dan Pasar Bukit Tembak, Meral karena pedagang hanya menjual beberapa jenis ikan dan jumlahnya tidak banyak.

Baca Juga :  Bupati dan Guru Senam Zapin Bersama

Saat ini, ikan yang didatangkan dari Pulau Jawa, dan Sumatera serta ikan tawar jenis ikan patin, nila dan lele jumbo. ”Harga ikan naik dari Rp 5000 sampai 15.000 perkilogram dari harga biasanya. Ini karena pasokan ikan dari nelayan Karimun berkurang tidak seperti biasanya” kata pedagang Ikan di Pasar Puam Maimun, Panjaitan. (ALRION)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here