Musim Angin Utara, Nakhoda Diminta Hati-hati

0
579
BERLAYAR: Kapal yang membawa sembako dari Tanjungpinang ke pulau akan berlayar. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Memasuki musim Angin Utara yang biasanya terjadi hujan disertai angin kencang, membuat nakhoda kapal berhati-hati untuk berangkat.

”Saat musim Angin Utara kapal banyak bersandar, kapten kapal tidak berani berjalan tanpa memprediksi cuaca dengan benar. Mereka tak mau mengambil resiko yang mengakibatkan kerugian besar nantinya,” ujar Try, ABK salah satu kapal di Pelantar II Tanjungpinang.

Kapal tempat ia bekerja membawa sembako yang dibawa dari Tanjungpinang ke pulau-pulau di Kepri. Lanjutnya, dari pulau, kapal membawa ratusan peti fiber berisi ikan. Sesampainya ke Tanjungpinang ada tauke ikan yang ambil.

”Kebanyakan dari daerah pulau mengambil sembako dari Tanjungpinang, sebaliknya untuk ikan, diambil dari pulau karena lebih murah,” sebutnya.

Dalam sebulan biasanya tiga sampai empat kali melakukan perjalanan. Memasuki musim Utara, dalam sebulan belum tentu bisa berangkat seperti biasanya. Diperkirakan puncak Angin Utara pada Januari dan Februari mendatang.

Bongkar muat di Pelabuhan Pelantar II selesai dua sampai tiga hari. Begitu juga di sana. Sebab sistem kerja masih ada yang manual dan menggunakan bantuan crane. Para buruh bongkar muat dan tukang becak silih berganti memasuki Pelabuhan Pelantar II.

Pantauan di lapangan, aktivitas kini masih normal dipadati para buruh dan tukang becak yang silih berganti dari pagi hari hingga sore hari. Kapalnya biasanya membawa barang-barang sembako tujuan pulau-pulau seperti Natuna, Dabo dan Anambas.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here