Musim Hujan Picu Kenaikan Harga Cabai

0
388
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdagin) Kota Tanjungpinang melakukan pengawasan harga cabai di pasar tradisional Tanjungpinang, kemarin. Di Bintan Centre, harga cabai naik. F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – HARGA cabai di pasaran kawasan Bintan Centre dan wilayah Kota Tanjungpinang lainnya, mengalami kenaikan, sejak beberapa hari terakhir. Kenaikan harga itu berkisar Rp Rp 6 ribu sampai dengan Rp 9 ribu per kilogram.

Kepala Bidang (Kabid) Stabilitas Harga Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang, Anik Murtiani menyebutkan, cabai rawit mengalami kenaikan Rp 6 ribu per kilo. Dari harga awalnya Rp 48 ribu, menjadi Rp 54 ribu per kilogram. Kenaikan cabai rawit disusul dengan harga cabai hijau berkisar Rp 9 ribu per kilogram. Harga sebelumnya hanya Rp 36 ribu, kini menjadi Rp 45 ribu per kilogram.

”Kenaikan harga cabai ini, karena di daerah Jawa naik. Karena daerah pasokan cabai rawit dan cabai hijau, yaitu Mataram dan Yogyakarta sudah naik harganya. Kalau daerah asal sudah naik, pasti pedagang di Tanjungpinang, jual cabai dengan harga naik. Tidak mungkinkan harga cabainya diturunkan. Ya, pedagang kita mengalami kerugian,” kata Anik Muartiani kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (2/2).

Kenaikan harga cabai, kata Anik, bukan dikarenakan pasokan berkurang. Tapi, dikarenakan faktor cuaca. Kalau hujan terus melanda daerah Jawa, bisa terjadi perlambatan pengiriman komoditi cabai dari perkebunan hingga ke kota. Termasuk Kota Tanjungpinang. ”Kita tetap terus pantau harga cabai di pasar, termasuk Pasar Bestari Bintan Centre (Bincen),” ucap dia.

Kenaikan harga dua komoditi cabai tersebut, tidak mempengaruhi dengan jenis cabai merah. Saat ini, harga cabai merah masih stabil, alias normal berkisar Rp 56 ribu sampai dengan Rp 60 ribu per kilogram. ”Tapi, harga cabai rawit dari Thailand justru turun Rp 11 ribu per kilo,” kata dia.

Sebelumnya mencapai Rp 65 ribu per kilogram, saat ini harga cabai rawit Thailand hanya Rp 54 ribu per kilogram. Berbeda dengan bawang putih dan bawang merah asal India, justru mengalami kenaikan Rp 1.000 per kilogram. Harga awalnya Rp 21 ribu, saat ini menjadi Rp 22 ribu per kilogram. Bawang merah asal Jawa masih normal, Rp 30 ribu hingga Rp 32 ribu per kilogram. Harga bawang merah Birma kisaran Rp 26 ribu hingga Rp 27 ribu per kilogram.

Sedangkan kentang mengalami penurunan harga, dari Rp 15 ribu menjadi Rp 14 ribu per kilogram. Harga kol masih stabil, berkisar Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu per kilogram. Wortel berkisar Rp 16 ribu hingga Rp 18 ribu per kilogram, harga tomat Rp 12 ribu sampai dengan Rp 15 ribu per kilogram.

Harga sayur kacang panjang Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu per kilogram, kangkung dan bayam seharga Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu, sawi Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu, mentimun Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu per kilogram, terung kisaran Rp 9 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram. Harga buncis naik, dari Rp 14 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilogram. Brokoli seharga Rp 36 ribu hingga Rp 38 ribu per kilogram. (ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here