Musim Hujan, Pohon Rawan Tumbang

0
105
PETUGAS dari Dinas Perumahan, Kebersihan Pertamanan dan Pemukiman memotong pohon besar di Kelurahan Sungai Pasir, Meral, Karimun. F-ALRION/tanjungpinang pos

Memasuki bulan Desember, curah hujan dibumi berazam Karimun tergolong tinggi. Hujan disertai angin, membuat warga khawatir pohon tumbang mengenai rumahnya. Warga pun diminta waspada, terhadap perubahan cuaca pada akhir tahun ini.

KARIMUN – ”Kami khawatir pohon besar ini sewaktu waktu bisa tumbang dan mengenai rumah. Kalau diketahui kapan tumbangnya, bisa kita dihindari tetapi bagaimana kalau sedang musim hujan dan angin dimalam hari. Saat itu, pemilik rumah sedang tidur pohon tumbang dan mengenai rumah,” kata Arhanis, warga Meral.

Karena khawatir akan tumbang dan mengenai rumahnya, maka pemilik rumah meminta bantuan ketua RT untuk menghubungi Dinas terkait untuk kemudahan alat dan sarana membuang pohon yang tumbang tersebut.

”Ada pemotongan pohon besar di Kelurahan Sungai Pasir, Meral,” kata Kadis Perumahan, Kebersihan Pertamanan dan Pemukiman Karimun, Rosmawati, Selasa (11/12) siang.

Ia mengingatkan warga Karimun, yang dipekarangan rumah ada tumbuh pohon besar dan berusia tahunan atau pohon kelapa.

Demi kenyamanan, sebaiknya dipotong sehingga saat musim angin dan hujan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Beberapa waktu lalu, akibat curah hujan yang tinggi disertai angin.

Beberapa pohon tumbang di pinggir jalan, dan hampir mengenai pejalan kaki.

Petugas sedang mendata, pohon yang rawan tumbang saat musim hujan terutama dipinggir jalan.

Pada pemberitaan sebelumnya, pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) TB Kelas II TB Karimun, mengingatkan pengguna jasa laut tentang potensi bahaya cuaca ekstrem di laut.

Mengingat musim pancaroba seperti angin dan gelombang tinggi jelang akhir tahun sangat membahayakan bagi yang beraktivitas di laut.

Kepala Seksi Gamat KSOP TB Karimun Syafrinaldi mengingatkan, para awak kapal agar selalu waspada mengingat musim peralihan cuaca saat ini.

”Selain cuaca hujan, juga disertai angin berpotensi menimbulkan gelombang tinggi di laut,” ujar Syafrinaldi, Jumat (16/11) lalu.

Ia menyampaikan, kondisi cuaca sekarang kerap berubah ubah dan tidak menentu.

Untuk mengetahui kondisi cuaca setiap pelayaran, maka pihaknya tetap berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karimun.

Syafrinaldi menegaskan, pihaknya akan melarang kapal berlayar dari Pelabuhan Domestik dan Internasional jika tinggi gelombang dan angin tidak baik untuk pelayaran.

Larangan tersebut dilakukan, demi keselamatan penumpang seperti beberapa hari lalu.

Selain itu, kelaikan kondisi kapal jadi pertimbangan dalam memberikan surat persetujuan berlayar (SPB) saat akan bertolak dari Tanjung Balai Karimun tujuan Batam, Tanjung Samak, Selat Panjang, Buton dan Dumai.

”Meskipun demikian, kejujuran dan keterbukaan agen pelayaran dan kru kapal sangat dibutuhkan. Meskipun waktu perbaikan belum sampai waktunya, karena yang tau kondisi kapal adalah kru kapal. Selama mereka berlayar,” jelas dia.

Ia juga mengimbau kepada kru kapal, agar tidak menutup-nutupi kondisi kapal hanya karena khawatir tidak diberikan izin berlayar oleh KSOP.

Syafrinaldi juga menegaskan, hal itu demi kebaikan bersama untuk keselamatan kapal dan terutama penumpang.

Hal terpenting adalah, saat kapal berlayar harus dilengkapi dengan life jacket yang melebihi jumlah penumpang kapal.

Imbauan ini, untuk semua pengguna jasa laut, kapal penumpang antar provinsi, dan kapal penumpang antarpulau, termasuk speedboat. (ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here