Musim Hujan, Warga Resah Dikepung Banjir

0
135
Kondisi genangan air saat hujan turun di kawasan Batu 8, Atas.

TANJUNGPINANG – Desember ini merupakan musim hujan. Warga mulai resah karena akan dikepung banjir di berbagai sudut kota ini.

Setiap kali hujan deras meski sebentar mengguyur Kota Tanjungpinang, banyak masyarakat yang resah terutama mereka yang tinggal di titik langganan banjir.

Penanganan banjir di Tanjungpinang belum maksimal. Akibatnya, masih banyak titik genangan air saat hujan turun.

Seperti di kawasan Batu 9 Tanjungpinang tepatnya di depan Perumahan Taman Harapan Indah, Batu 11, Batu 5 Bawah, Pasar Kota Lama, Tambak, Yudowinangun dan beberapa titik lainnya.

Persoalan ini dikeluhkan pengguna jalan, khususnya roda dua dan roda empat. Mereka mengaku sulit melintasi jalan raya karena genangan air cukup tinggi.

Seperti pantauan Tanjungpinang Pos, Rabu (5/12) siang di depan Jalan Batu Kucing. Ketinggian air mencapai selutut orang dewasa yang mengakibatkan kendaraan susah melintas.

Seperti diutarakan Eva salah satu pemilik mobil yang melintas. Ia mengaku khawatir mobilnya mogok di tengah genangan air karena terlalu tinggi.

”Jenis mobil saya ini rendah, saya takut mobil mogok,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos di lokasi tersebut.

Bahkan ada beberapa pengendara yang memilih memutar balik haluan untuk menghindari banjir. Beberapa kendaraan roda dua bahkan memilih mendorong motornya karena takut jatuh.

Seperti diutarakan Firman yang memilih mendorong kendaraan. Menurutnya, ketinggian air sudah membahayakan pengguna kendaraan roda dua.

”Bisa jatuh kalau memaksa melintasi air, terpaksa sepatu ikut basah karena mendorong kendaraan,” tuturnya.

Ia berharap di masa pemerintahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul dan Hj Rahma persoalan banjir bisa teratasi minimal setengah di beberapa titik yang sudah parah.

Namun ia juga senang karena persoalan banjir di kawasan SPBU Batu 7 Tanjungpinang sudah teratasi. Saat melintasi kawasan itu, ia melihat tidak ada genangan air seperti kemarin lagi.

Firman pun berharap persoalan banjir di kawasan lain bisa diselesaikan secara bertahap. Tentu untuk menuntaskan ini butuh anggaran. Maka perlu komitmen kepala daerah.

”Tidak bisa hanya bicara akan selesaikan, di bulan Desember dengan entitas hujan yang tinggi dinas terkait harus bekerja ekstra. Bila perlu kepala daerah rapat khusus menyelesaikan satu per satu banjir dalam waktu dekat ini,” pintanya.

Begitu juga keluhan beberapa pemilik rumah yang khawatir saat hujan, genangan air masuk ke rumah. Kadis PUTR Kota Tanjungpinang, Hendri ST menuturkan, untuk menyelesaikan banjir di beberapa kawasan butuh anggaran yang tak sedikit dan tidak bisa selesai di akhir tahun ini.

Sesuai ketentuan harus dianggarkan di APBD Murni dengan perencanaan pekerjaan. Meski demikian, untuk mengurangi ketinggian banjir di beberapa kawasan, pihaknya akan melakukan gotong-royong (Goro) Tim PU khusus bersama berbagai pihak.

Diantaranya melibatkan anggota TNI-Polri di Tanjungpinang. ”Kami rencanakan akan mulai dilaksanakan 9 Desember mendatang. Kini pematangan teknis di lapangan bersama berbagai pihak namun kami sudah koordinasikan bersama TNI-Polri yang disambut baik,” ucapnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga sebagai upaya pembiasaan kepada masyarakat untuk membersihkan lingkungan, menurutnya ada beberapa titik banjir yang disebabkan drainase tersumbat.

”Meski pun banyak juga persoalan banjir karena drainse tidak sesuai dengan debit air serta
lainnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here