Musim Hujan, Waspadai DBD

0
768
Dialok: Kepala Dinas Kesehatan Rustam saat dialok dengan warga.F-abas/tanjungpinang pos

Tanjungpinang – Kasus Demam Berdarah (DBD) di Kota Tanjungpinang masih ditemukan. Juli kemarin, ditemukan 10 kasus. Bulan ini sudah ditemukan 5 kasus baru lagi. Oleh karena itu, masyarakat harus mewaspadainya dengan menjaga kebersihan lingkungan. Apalagi saat ini terjadi musim pancaroba, kadang hujan kadang panas, memuat jentik nyamuk cepat berkembang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam, penyakit DBD masih ditemukan, meskipun beberapa tahun terakhir terus menurun. Namun, masyarakat tetap harus mewaspadai terjangkit DBD. Apalagi cuaca tidak bersahabat, sebentar hujan dan sebentar panas, sangat muda nyamuk berkembang biak. ”Bulan Agustus dan September ini kita galakkan bulan pemberantasan nyamuk DBD,” kata Rustam.

Baca Juga :  Ruang Kerja Gubernur Diserbu Santri

Kata dia, berdasarkan tren tahunan, kasus demam berdarah selalu naik pada musim penghujan. Selain banyak genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, cuaca pada musim tersebut cocok untuk perkembangbiakan nyamuk. ”Diperkirakan, jumlah penderita demam berdarah masih akan meningkat, suhu seperti ini, telur nyamuk awet,” ujarnya.

Kata, masih kasus DBD ditemukan di daerah Bukit Bestari dan Tanjungpinang Timur. Ini disebabkan, jumlah penduduk dua kecamatan cukup tinggi. Tapi, ada tiga daerah justru ditemukan DBD cukup kecil. Diantaranya, Kelurahan Senggarang, Dompak dan Penyengat. ”Kita memiliki 41 juru pemantau jentik (jumantik), tapi ini tidak bisa maksimal kalau tidak dibantu oleh jura pemantau jentik nyamuk dalam keluarga sendiri,” harapnya.

Baca Juga :  Ayo Cek Hipertensi, Gratis

Ia minta agar seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang, musim pancaroba seperti saat ini, kadang hujan dan kadang panas, terus menjaga lingkungan. Jangan sampai ada air terkenang di sekitar rumah, karena bisa jadi saran nyamuk. Selama ini, masih ditemukan warga pesisir, saat turun hujan, mereka menampung air hujan, untuk air minum. Tapi, mereka lupa menutupnya, hingga menjadi tempat jentik nyamuk berkembang biak. (bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here