Musim Kemarau Hantui Warga

0
135
Kapal nelayan saat berlabuh di Pelantar Kampung Bugis. Warga di pelantar mulai kesulitan mendapatkan air bersih. f-suhardi/tanjungpinang pos.

Warga Kota Tanjungpinang, terutama warga yang tinggal di pesisir atau pelantar mulai cemas. Akhir-akhir cuaca panas melanda daerah ini. Mereka khawatir akan terjadi kemarau. Kalau musim kemarau mereka kesulitan mendapatkan air bersih.

TANJUNGPINANG – Hal itu diungkapkan, Aceng warga pelantar Potong Lembu, kemarin.

Ia menyebutkan, sudah lima hari cuaca cukup panas. Kondisi seperti maka warga harus stok air diperbanyak. Ia dikhawatirkan kemarau akan melanda daerah ini. Ia juga khawatirkan musim kemarau, air bersih dari PDAM justru tidak mengalir atau air PDAM tidak jalan. Sumber mata air di Sungai Pulai hanya mengandalkan air turun hujan. Musim kemarau, dam air ikut kering.

”Bak-bak penampungan kita setiap rumah ada, cuman hanya bisa bertahan 1-2 hari saja,” katanya Kamis (27/9).

Aceng menjelaskan, saat ini air PDAM masih jalan, kalau besok atau lusa kita belum mengetahui apakah masih jalan lagi atau tidak.

”Berharap hujan segera turun, sehingga pasokan air kita memadai,” jelasnya.

Menurutnya, pembelian air melalui tangki itu sekitar Rp60 ribu, satu tangki bisa digunakan selama satu dua hari untuk kebutuhan rumah tangga.

”Kalau mesti beli kita berat dalam pengeluaran, bagusnya kalau musim kemarau ada bantuan air dari pemerintah,” bebernya.

Aceng menuturkan, dengan cuaca seperti ini kita juga mengkhawatirkan akan terjadinya kebakaran. Kalau terjadi kebakaran sangat sulit dipadamkan karena kawasan padat penduduk. Sekarang bukan hanya panas, angin juga kuat. ”Dari pihak kepolisian juga ada mengingatkan untuk mewaspadai kebakaran,” ujarnya.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here