Musim Utara, Harga Ikan Mulai Meroket

0
681
MEMOTONG IKAN: Salah satu pedagang di Bincen memotong ikan laut segar, belum lama ini. F-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Jelang musim angin utara harga ikan di pasar tradisional mulai meroket. Kenaikan harga ikan ini juga di ikuti dengan harga daging ayam segar. Hal ini seperti yang terpantau di Pasar Bestari Bintan Centre Batu 9, Jumat (3/11) kemarin.

Menurut salah satu pedagang ikan Ramlis, nelayan di Pulau Bintan mulai sulit mendapatkan ikan segar di laut, lantaran musim angin utar. Seperti ikan tongkol putih biasanya dikisaran Rp 20-25 ribu kini mencapai Rp 30 ribu per kilo.

Sedangkan ikan tongkol merah tetap lebih murah yaitu Rp 25 ribu – dari biasanya di bawah Rp 20 per kilo. Ikan selar dari biasanya Rp 35-40 ribu kini sudah Rp 45 ribu. Ikan merah masih tetap normal dikisaran Rp 60-65 ribu per kilo. ”Biasanya di pasar ikan yang paling mahal ikan kakap, perkilonya Rp 65 ribu dan ikan tenggiri Rp 75 ribu per kilonya,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos.

Baca Juga :  Pasar Kota Lama Jadi Tempat Wisata

Ditambahkannya, kualitas ikan di pasar terdapat tiga kategori yang mempengaruhi harga. Di antaranya kualitas bagus masih segar biasanya harganya lebih mahal. Ada ikan lembek dan terkhir ikan jelek yang biasanya lebih murah. Kebanyakan ikan yang di pasok di pasar Bincen di datangkan dari nelayan tradisional Kijang, Bintan Timur.

Sebagian lagi, menurutnya, banyak juga yang didatangkan dari pulau-pulau kecil di Pulau Bintan, bahkan Lingga dan Anambas. ”Biasanya ikan dari Kijang lebih segar karena habis ditangkap langsung dijual. Berbeda dengan ikan dari pulau minimal sehari kemudian baru sampai di pasar,” terang Ramlis.

Baca Juga :  Alokasi RTLH 200 Rumah

Ditengah sulitnya mendapatkan ikan segar untuk di jual, dinilai tak sebanding dengan harga sewa meja. Sementara, ikan yang dijual pedagang tak selalu banyak. Ramlis menceritakan, membayar sewa meja yang di kelola PT TMB yang merupakan BUMD Tanjungpinang senilai Rp 350 ribu per bulan. Ditambah uang listrik dan air Rp 100 ribu per bulan.

Belum lagi biaya kebersihan dibebankan Rp 6 ribu per hari dan Rp 10 ribu uang parkir kendaraan roda dua miliknya di kawasan Pasar Bincen. ”Jika ditotalkan butuh sekitar Rp 640 ribu perbulan, hal ini tak sebanding dengan pendapatan sehari-hari,” paparnya.

Baca Juga :  Pemko Izinkan PKL Bikin Kios

Ini belum lagi ditambah biaya transportasi mendatangkan ikan, es serta biaya lainnya. Ia mengaku, kadang hanya bisa menjual sekitar 50-100 kilo dengan untung sekitar seribu sampai Rp 2 ribu per kilonya. ”Meski demikian masih tetap ada untung, cukup untuk biaya kehidupan sehari-hari,” paparnya. Ia berharap stok ikan kembali normal sehingga ada yang di jual. Terkadang tak berjualan jika hasil tanggkapan nelayan sedikit .(ENDANG)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here