Musliha Wardani : Bangga Menjadi Anak Melayu

0
404
Musliha Wardani

TANJUNGPINANG – Dibalik keberhasilannya sebagai mahasiswi Universitas Maritim Raja Ali Haji yang mendapat predikat kelulusan Cumlaude.

Musliha yang diwisuda pada Sabtu (18/3) lalu, ternyata memiliki prestasi lain yang membanggakan dan turut melengkapi predikat lulusan terbaik UMRAH.

Alumnus dari Fakultas Keguruan dan Pendidikan (FKIP), menyimpan kecintaan yang mendalam terhadap budaya Melayu.

Berbagai prestasi pun kemudian lahir mengiringinya, dan sempat dinobatkan sebagai Duta Bahasa Kepri 2016.

”Karena kecintaan terhadap Melayu, karakter dan kepribadian terbentuk sendiri. Banyak sekali manfaat yang bisa saya dipetik,” ujarnya, Selasa (21/3).

Tak hanya itu, Musliha pun sempat tercatat dalam Rekor Muri sebagai pemantun 10 jam 10 menit 10 detik. Lainnya, Musliha pun pernah menduduki posisi sebagai Penyair Alam Melayu Nusantara pada 2016 silam.

”Sebagian prestasi itu tidak lepas dari dukungan Wardana, ayah saya, yang merupakan seorang seniman,” jelasnya.

Menurutnya, sang ayah merupakan guru yang terbaik baginya dalam mengembangkan bakatnya.

”Musliha banyak belajar dengan ayah. Terlebih lagi ayah juga seniman dan saya mendapatkan motivasi penuh darinya,” jelasnya.

Menjadi anak Melayu merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Ia pun menepis jauh anggapan kosong, bahwa orang-orang yang mengatakan Melayu itu kuno.

”Melayu itu hebat, orangnya bermartabat. Melayu itu santun, kiasnya berlapis di dalam pantun,” ungkap Musliha. (cr36)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here