Nabung 34 Tahun, Tukan Sol Sepatu Bisa Naik Haji

0
280
Jamaah Haji M. Hasan saat tiba dibandara RSA

NATUNA – Hasil jerih payah mengais rezeki sebagai tukang sol sepatu, dapat dinikmati Hasan Abdulah (71) asal Serasan, Natuna untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima, naik haji.

Dengan ketekunan, sekitar 34 tahun Hasan Abdulah menyisihkan pendapatannya dari berkeliling menawarkan jasa menjahit sepatu dan akhirnya, tahun 2018 ini, bersama 87 rekan lainnya dengan Kelompok Terbang (Kloter) 1 Embargasi Batam berangkat.

Hasan Abdulah merasa sangat bersyukur meski tidak mudah namun akhirnya dapat mewujudkan mimpinya untuk berangkat ke Tanah Suci, Mekah.

Ketibaan Hasan Abdulah dan 87 rekan lainnya disambut Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti, beserta ratusan keluarga jemaah di Masjid Agung Natuna, Rabu (29/8) sore.

“Alhamdulillah, saya beserta jemaah haji lainya sampai kembali di Natuna dengan selamat” ucap Hasan.

Istirnya, Hanisah (67) menuturkan, suaminya itu tekun. Menabungnya sudah puluhan tahun, dari penghasilan menjahit sepatu Rp 300 rupiah per pasang hingga kini dihargai Rp 15 ribu.

Ia menuturkan, Hasan Abdulah, sejak waktu itu sudah punya keyakinan bisa menunaikan ibadah haji meskipun penghasilan yang didapat tidak menentu. Dari hasil itu, sebagian harus disisihkan untuk biaya hidup, pendidikan anak dan menabung naik haji.

“Alhamdulillah, semuanya karena ada hidayah dari Allah,” tutur ibu dari delapan orang anak asal Pulau Serasan itu.

Ia menceritakan, bukan hanya sabar menabung, namun juga menunggu antrian mendapatkan porsi atau kursi haji. Ia harus menunggu sekitar delapan tahun, setelah menyetorkan dana haji sejak 2011 lalu.

Dana yang disetorkan itu diperoleh dari menabung sejak 1977 atau 34 tahun. “Berkat keyakinan dan kerja keras Bapak serta doa keluarga, semuanya dapat terlaksana dan sampai kembali ke Natuna dengan selamat dan lancar, ” ucapnya.

Perjalanan Hasan belum selesai, ia bersama 14 rekan lainnya akan kembali melanjutkan perjalannya ke Serasan. Rencananya menggunakan kapal laut, Minggu mendatang.

Para keluarga dan kerabat menunggu kedatangan para jemaah haji yang tiba di Masjid Agung Natuna dengan isak tangis haru bercampur bahagia.

Upaya Hasan untuk menunaikan ibadah haji diapresiasi oleh rekan-rekan jemaah haji lainnya, begitu juga dengan para warga sekampung.

Salah satu warga, Rama yang saat ikut hadir menyambut kedatangan Hasan di Komplek Masjid Agung Natuna, Ranai, mengatakan sosok hasan patut dicontoh.

“Itulah hidayah dari Allah, saya salut dengan beliau, meski hanya sebagai tukang jahit sepatu, tetapi beliau mampu menunaikan ibadah haji pada tahun ini,” kata Rama tetangga satu kampung Hasan.

Dikatakan Rama, sehari – hari Hasan tidak hanya menerima jasa soul sepatu namun berbagai pekerjaan dilakukannya, untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Tidak hanya jahit sepatu, perbaiki payung, perbaiki jaring nelayan dan banyak lagi kerja serabutan dilakukannya, ” lanjut Rama.

Hal senada juga dikatakan Fadillah, ia berharap Hasan bisa menjadi motivator dan contoh bagi masyarakat bahwa propesi apapun tidak menutup kemungkinan untuk bisa sampai ke Mekah menunaikan ibadah haji.

“Pak Hasan memang sehari – hari tekun bekerja, keinginan beliau semakin kuat sejak cucu laki-laki pertamanya lahir,” katanya.

Fadillah warga Kampung Pelimpak Kecamatan Serasan itu menuturkan, bahwa tidak ada yang mustahil jika ada keyakinan dan terus berdoa serta berupaya, semua akan bisa terwujud,” ucapnya. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here