Naik 45,6 %, TDL Batam Harus Direvisi

0
660
H Nurdin Basirun

BATAM – Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) Batam 45,6 persen yang disetujui Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dan DPRD Provinsi Kepri menuai penolakan dari masyarakat. Masyarakat minta direvisi.

Direncanakan, hari ini, Senin (17/4) akan dilakukan aksi demo penolakan kenaikan TDL Batam. Aksi ini pun mendapat dukungan dari sejumlah elemen masyarakat.

Seperti yang dilakukan Solidaritas Masyarakat Sagulung (SMS) bersama perangkat RT/RW se-Kecamatan Sagulung yang akan mengikuti aksi unjuk rasa kenaikan TDL.

Sebelum melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan TDL, perangkat RT/RW terlebih dahulu menggelar rapat koordinasi di Kecamatan Sagulung. Mereka menyerukan ikut ambil bagian dalam aksi unjuk rasa Senin hari ini, menolak kenaikan TDL.

”Ini sudah tidak manusiawi lagi, kenaikan TDL sampai 45,6 persen. Apalagi saat ini kondisi ekonomi masyarakat sangat sulit,” kata Efendi, RW 7 Kelurahan Sei Lekop Sagulung, Sabtu (15/4).

Efendi menuturkan, semenjak tanggal (10/4) warganya sudah banyak yang mengeluh dengan kenaikan TDL. Kebanyakan dari warga yang sudah membayar listrik mengaku kaget karena tagihan yang harus mereka bayarkan naik 100 persen dari yang biasa mereka bayar

”Tagihan membengkak, masyarakat baru merasakan beberapa hari terakhir ini setelah melakukan pembaran listrik,” kata Efenndi kepada Batam Pos (grup Tanjungpinang Pos).

Sementara Zainal, Ketua SMS mengatakan, kegiatan solidaritas ini merupakan bentuk penyampaian keluhan masyarakat terhadap pemerintah.

”Kami minta gubernur untuk melakukan revisi dan peninjauan kembali kenaikan TDL yang terjadi saat ini,” kata Zainal.

Untuk aksi unjuk rasa hari mendatang, beberapa organisasi masyarakat dan aliansi yang ada di Kota Batam akan melaksanakan unjuk rasa, seperti Aliansi Masyarakat Peduli Listrik (Ampli), SMS dan sejumlah masyarakat lainnya.

”Kami mengetahui persis apa yang dirasakan masyarakat. Kita sebagai organisasi ikut menyuarakan apa yang menjadi keluhan warga,” tuturnya.

Sebelumnya, gubernur mengatakan, dirinya siap menampung aspirasi masyaraka jika melakukan demo. Ia tak melarang masyarakat demo atas keputusan kenaikan tarif listrik itu.

Selama ini, pemerintah sudah sering mendengar aksi penolakan tarif listrik di Batam.
Baginya, keputusan itu berat untuk ditetapkan. Namun, jika tidak naik, maka Batam bisa gelap-gulita.

PLN bahkan sudah mendatangkan sejumlah pakar untuk melakukan kajian-kajian sebelum tarif listrik ditetapkan naik. Hasilnya, PLN Batam bakal bangkrut jika tarif tidak dinaikkan.

”Memang ini, berat. Tapi mau tidak mau, harus naik. Kalau tidak, listrik padam. PLN Batam bisa bangkrut seperti di Kalimantan itu,” bebernya.

Gubernur hanya menyarankan agar masyarakat berhemat. Jika tak perlu, lampu dimatikan. ”Gelap sikit tak ape lah,” tambahnya. (mas/jpnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here