Naik Pancung, Ongkos Berlipat Ganda

0
162
PEKERJA ilegal yang diamankan Polda Kepri, akhir Agustus. f-istimewa/humas polda kepri

Polda Amankan Pekerja Ilegal Dari Perairan Hinterland Batam

Berbagai kejahatan dengan memanfaatkan perairan daerah pesisir atau hinterland terus dilakukan para pelaku kejahatan di Kepri. Terbaru, pekerja ilegal yang hendak diselundupkan dari perairan hinterland.

BATAM – BERUNTUNG Polda Kepri berhasil mengamankannya. Perbuatan melawan hukum itu terjadi di perairan Sembulang. Selain itu, ada juga yang diamankan di Batamcenter.

Polda mengamankan belasan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal di dua tempat berbeda. Empat diamankan di Sembulang, Galang, Batam dan 12 orang lainnya di Batam Centre. PMI yang diduga ilegal itu diamankan 31 Agustus 2018.

Kabid Humas Polda Kepri, Erlangga didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Hernowo Yulianto, mengatakan, pengungkapan aktivitas ilegal ini dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat.

Disebutkannya, laporan yang diterima dari masyarakat, di Sembulang Galang Batam ada calon PMI ilegal yang akan diberangkatkan ke Malaysia untuk bekerja secara ilegal.

Hari itu, sekitar pukul 15.00 WIB, anggota Subdit IV Ditreskrimum melakukan penyelidikan di seputaran Desa Sembulang Galang Batam. ”Dan benar bahwa ditemukan ada satu unit,” ungkap Erlangga.

Diakuinya, anggota Subdit IV Ditreskrimum melakukan penyelidikan di daerah pantai yang ada di sekitar Desa Sembulang. Diamankan satu unit mobil toyota Avanza Veloz warna abu-abu BP 1046 JQ yang dikemudikan oleh satu orang tersangka laki-laki dengan membawa satu orang saksi laki-laki.

”Mereka sedang menurunkan PMI ilegal di Pondok Kebun Jl. Sembulang, Saguba, Galang. PMI empat orang. Dua orang laki-laki asal Belakang Padang, satu orang laki-laki asal Kabupaten Bintan dan satu orang laki-laki asal Kabupaten Lombok Tengah,” bebernya.

Keempat calon PMI itu akan diberangkatkan ke Malaysia melalui jalur ilegal di pantai Sembulang, Galang, tanpa dilengkapi dokumen sebagai PMI.

Dari hasil pengembangan hari itu juga, sekira pukul 19.00 WIB, anggota Subdit IV mengamankan 12 orang PMI ilegal yang terdiri dari satu orang laki-laki asal Jawa Timur, dua orang perempuan asal Lombok tengah, enam orang laki-laki asal Lombok Tengah dan tiga orang laki-laki asal Lombok Timur.

12 orang itu diamankan di rumah penampungan milik tersangka yang bertempat di Daerah Botania Batam Center. Selanjutnya anggota Subdit IV Ditreskrimum mengamankan para calon PMI ilegal serta barang bukti untuk dibawa ke Kantor Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri untuk proses menanganan lebih lanjut.

”Calon PMI ilegal direkrut dari daerah asal, selanjutnya akan diberangkatkan ke Malaysia untuk bekerja melalui jalur ilegal. Mereka menggunakan kapal pancung (boat fiber) bermesin gantung tanpa dilengkapi dokumen yang resmi. Mereka membayar transportasi Batam-Malaysia Rp1,8 juta per orang,” beber Erlangga.

Diceritakannya, tersangka berinisial K merupakan penangung jawab para pekerja migran Indonesia ilegal di Batam. Y alias K (Yoni alias Oyon) merupakan pengurus/pengantar para pekerja migran Indonesia ilegal di Batam.

Barang bukti yang diamankan, selain mobil Avanza Velos, juga satu unit HP merek Alcatel warna putih.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here