Nama Kepri, Tak Ada yang Peduli

0
807
Wali Teo dan Firman bersama Dewi Kumalasari Ansar Ahmad usai nonton siaran tunda Onepride MMA, Sabtu (21/7) malam.f-istimewa

Wali Teo dan Firman Sang juara MMA tingkat nasional Bawa

Walianto alias Wali Teo dan Firman telah mencetak rekor di kancah nasional dalam ajang pertarungan bebas MMA Onepride. Bahkan, satu anak Melayu Kepri ini sudah mengibarkan Bendera Merah-Putih di Filipina. Namun, siapa yang peduli?

TANJUNGUBAN – Ratusan warga Kijang, Kabupaten Bintan bertepuk tangan ketika layar lebar di depan Pujasera (akau) taman kota menampilkan sosok pria kekar, Sabtu (21/7) malam lalu.

Channel TVOne salah satu televisi nasional menyiarkan siaran tunda Onepride MMA yaitu pertarungan bebas untuk kelas bulu.

Belum habis gemuruh tepuk tangan, seorang pria dengan tinggi badan sekitar 170 cm dan berat 65,8 Kg berdiri di depan ratusan penonton.

Pria ini sama wajahnya dengan yang tampil di televisi. Saat itu, Wali Teo dan rekannya Firman menyapa semua warga yang hadir. Tak terkecuali Ketua DPD Partai Golkar, H Ansar Ahmad dan anggota DPRD Kepri Hj Dewi Kumalasari serta anggota DPRD Bintan dari Partai Golkar.

Ya, Sabtu malam itu, Wali Teo dan Firman nonton bareng siaran tunda Onepride MMA yang mempertandingkan Wali Teo menghadapi petarung asal Manado. Pertarungan bebas ini adalah memperebutkan gelar di kancah nasional.

Baca Juga :  Kepri 10 Besar Terbaik Penyelesaian Gizi Buruk

Sebelum bertanding, di layar televisi terlihat Wali Teo kelahiran Kabupaten Lingga, duduk di atas pompong, mempromosikan wisata bahari Kepri.

Wali Teo pun pergi ke Masjid Sultan Riau di Pulau Penyengat. Di Masjid Raya Penyengat ini, Wali Teo mengenakan busana Melayu sambil memperagakan gerakan silat tradisional Melayu.

Sorak penonton kembali menggema ketika melihat Wali Teo memasuki ring Onepride MMA. Ia masuk bak macan yang siap menerkam lawannya.

Tepat sekali, belum habis satu ronde, Wali Teo berhasil melumpuhkan petarung asal Manado dengan kuncian mematikan. Dalam sekejap Wali Teo menang TKO.

Melihat penampilannya itu, Wali Teo sempat meneteskan air mata saat duduk di tengah penonton. ”Saya membawa nama Kepri, dalam tanding Onepride MMA ini,” kata Wali Teo.

Tak hanya Wali Teo yang memenangkan dalam pertandingan MMA ini. Firman kelahiran Kota Kijang, Bintan Timur juga menjadi atlet MMA dari Kepri, yang beberapa kali membawa medali dan piala.

Baca Juga :  Medsos Dihebohkan Aksi Bunuh Diri di Tower

Firman sebagai anak Melayu bangga, ketika menang di kancah nasional. Sama halnya dengan Wali Teo yang telah membikin rekor 7 kali menang, dan baru sekali kalah.

”Di Indonesia, saya 5 kali bertanding, 1 kali. Tiga kali disiarkan TVOne. Selain itu, saya juga sudah 3 kali bertanding di Filipina, dan menang di negara luar sana. Tentu lah kita bangga mengibarkan bendera Indonesia. Terutama atas nama baik Kepri,” kata Wali Teo.

Dari rekor 7 kali menang dan sekali kalah itu, Wali Teo tak hanya pernah merintih di atas ring. Namun, ia juga merintih karena bersedih hati, ketika untuk mengikuti pertandingan.
Karena, selama ini, Wali Teo hanya mengandalkan uang pribadi dan sumbangan klub, ketika ingin bertanding ke luar Kepri. Sementara, pemerintah daerah maupun sponsor dari swasta tidak pernah mempedulikannya.

”Saya belum pernah dibantu pemerintah di Kepri ini. Saya berharap, pemerintah menyediakan sarana prasarana latihan kami, dan bantuan ketika bertanding. Saya dan Firman, hanya latihan dengan apa adanya di Tanjungpinang,” kata Wali Teo.

Baca Juga :  Kementerian PU Telaah DED Jembatan Babin

Di samping Wali Teo, rekannya Firman juga mengatakan hal serupa. Firman bangga ketika mantan Bupati Bintan H Ansar Ahmad berusaha untuk membangun sasana di Batu 20 Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur.

”Ya, kami bertemu dengan Pak Ansar, waktu di bandara. Beliau peduli dengan kondisi kami. Dan ingin membangunkan sasana. Ini kan bisa buat pembinaan bagi petarung muda untuk ke depannya,” sebut Firman.

Ketua DPD Partai Golkar Kepri H Ansar Ahmad mengatakan, dirinya berharap agar Pemkab Bintan dan DPRD Bintan memperhatikan penyediaan olahraga MMA ini. Terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana latihan.

”Saya sudah bilang sama kawan-kawan anggota dewan, agar dibangun sasana di Batu 20 Gunung Lengkuas. Kan tidak begitu besar anggarannya. Sementara, prestasi Wal Teo dan Firman, begitu besar untuk nama baik Kepri,” tutur Ansar Ahmad.(JENDARAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here