Napi Ditangkap Pesta Sabu di Lapas Batu 18

0
1673
Ampio saat menunjukkan barang bukti sabu ke petugas LP Batu 18, Rabu (28/2).f-jendaras/tanjungpinang pos

Dipesan Lewat Hape, Tinggal Ambil di Kamar Mandi

Narkoba masuk Lapas seakan tidak ada habisnya. Anehnya, sudah berkali-kali masuk tapi baru ketahuan. Siapa saja yang terlibat?

BINTAN – Tju Abg Pio alias Ampio (37) warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Batu 18 tertangkap oleh petugas keamanan usai melakukan pesta sabu di dalam sel.

Ampio yang merupakan narapidana narkotika tersebut diamankan setelah petugas keamanan melakukan pemeriksaan pada Rabu (28/2) pagi. Ia tidak dapat mengelak saat petugas menemukan sabu yang disimpan di kardus di kamarnya di Bok Hang Lekir, kamar nomor 21. Barang bukti satu paket sabu bersama satu unit handphone turut disita dalam penangkapan tersebut.

Misbahuddin, Kalapas Khusus Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang kilometer 18 Bintan mengatakan, sebenarnya pihaknya telah mencurigai gerak gerik pelaku. Berdasarkan kecurigaan itu, petugas langsung melakukan penggeledahan di salah satu kamar yang dihuni sekitar 13 orang tersebut.

”Satu paket sabu kami temukan di selipan kardus yang digunakan sebagai lemari baju,” terangnya.

Baca Juga :  Keliling Silaturahmi ke Polres-polres

Tak hanya sabu, sambungnya, pihaknya juga mengamankan satu unit handphone yang digunakan pelaku untuk melakukan transaksi narkotika ke pihak luar Lapas.

Sementara ini, ia menjelaskan berdasarkan pengakuan pelaku bahwa sabu masuk ke dalam Lapas setelah dipesan pelaku melalui handphone ke mantan warga binaan yang sudah bebas. Menurut pelaku, sabu yang dipesannya itu tiba-tiba sudah berada di dalam kotak rokok di kamar mandi.

”Bagaimana sabu itu bisa masuk ke dalam Lapas, akan kami telusuri. Karena kami tidak mau menutup nutupi kasus narkoba, mau pegawai atau warga binaan kalau namanya narkoba akan kita sikat habis,” tegasnya.

Selain hal itu ia menjelaskan, sebenarnya Ampio adalah warga binaan yang diamankan di Dabo Singkep Lingga. Lalu ia dipindahkan ke LP Batu 18. Pelaku baru delapan bulan berada di dalam LP dengan kasus narkotika.

”Saat masuk ke sini sudah saya ingatkan dia, jangan macam-macam, baik-baik saja, tahunya begini,” ucapnya.

Baca Juga :  Dipercayai Sembuhkan Rematik dan Stamina

Terkait kepemilikan handphone, ia menjelaskan berdasarkan pelaku bahwa handphone itu diperolehnya dari mantan warga binaan. Hal ini juga akan ditelusuri pihaknya. Karena, selama ini pihaknya sudah menyediakan wartel untuk warga binaan yang mau berkomunikasi dengan pihak luar.

Terkait masalah ini, ia akan meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap warga binaan. Masalah ini juga, sudah dilaporkan ke pihak Satresnarkoba Polres Bintan.

”Kami siap membantu penyelidikan yang dilakukan Polres Bintan nantinya terkait kasus ini,” tukasnya.

Sementara itu, Ampio mengaku sudah beberapa kali mengonsumsi barang haram itu di dalam LP. Dia biasanya menggunakan barang haram itu di dalam kamar mandi. Usai mengonsumsi sabu, bongnya dibuang ke dalam lubang toilet.

”Sudah beberapa kali saya tak ingat,” akunya mengonsumsi sabu karena suntuk.

Bagaimana sabu itu bisa di tangannya? ia menceritakan, awalnya mengenal pria berinisial YS yang juga dibina di dalam LP. Sebelum lepas, YS menceritakan bahwa dia bisa menyediakan sabu. ”Saya pesan ke dia (YS), tak bayar,” kata dia.

Baca Juga :  Investasi Rp 7,5 T Masuk Lagoi

Saat memesan sabu, ia mengatakan, YS kala itu mengatakan sabu akan berada di dalam Lapas dan diletakkan di dalam bungkus rokok di salah satu sudut kamar mandi.

”Saya diminta ambil sabu di salah satu pojok kamar mandi, sabunya sudah ada di dalam bungkus rokok,” kata dia.

Terkait handphone, ia mengaku membelinya dari warga binaan yang sudah bebas. Handphone itu dibelinya seharga Rp 1,5 juta. ”Saya pakai handphone untuk menghubungi YS,” terangnya.

Usai diamankan, ia mengaku menyesali. Akunya, dia mengonsumsi sabu karena suntuk. ”Orangtua saya di Dabo, istri saya sekarang di Kudus, Semarang,” kata dia mengakhiri.(JENDARAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here