Narkoba Disimpan di Laut

0
658
Tangkap Sabu: Lantamal IV Tanjungpinang Laksma TNI Eko Suyatno saat memberi keterangan terkait penangkapan sabu satu kilogram di Pelabuhan Armada Lantamal Tanjungpinang, Jumat (29/9). f-RAYMON/tanjungpinang pos

Lantamal IV Amankan Sabu Satu Kilo

TANJUNGPINANG – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV dan Lanal TBK mengamankan dua orang Ram (36) dan Muslem (35) yang diduga sebagai kurir dan pemilik sabu-sabu sekitar 1.005 gram, Kamis (28/9) sekitar pukul 17.00 di perairan Karimun Anak Tanjung Balai Karimun.

Jalan berliku dilalui petugas untuk membongkar kasus ini. Ternyata, sabu tersebut disimpan di laut dekat tambat sampan. Komandan Lantamal IV Laksma TNI R.Eko Suyatno mengatakan, penangkapan kedua pelaku atas pengintaian dan pengamatan tim WFQR serta Lanal TBK. Mereka berhasil mengamankan barang bukti sekitar 1 kilo dan dua paket sabu sekitar 5 gram.

”Mereka sudah menjadi target kita dan kita sudah melakukan pengintaian. Saat melakukan transaksi, kurir hanya menunjukkan barang contoh,” katanya saat jumpa pers, Jumat (29/9).

Danlantamal menyebutkan, sebelumnya pada, Sabtu (23/9) tim sudah melaksanakan undercover narkoba di perairan Pulau Buru. Namun dikarenakan terlambat tiba di lokasi, transaksi dibatalkan.

Pada hari berikutnya tim melaksanakan konsolidasi untuk memastikan langkah selanjutnya. Sementara tim undercover melalui jaring agen tetap berusaha meyakinkan penjual narkoba tersebut untuk kembali melakukan transaksi. ”Setelah dapat meyakinkan penjual, tim undercover bergerak menuju titik di perairan Pulau Dangkar menggunakan pompong sewaan dan membawa uang Rp 200 juta sebagai bukti keseriusan dan tanda jadi,” sebutnya.

Danlantamal menjelaskan, tim undercover tiba di titik pertemuan dan langsung menunjukkan uang kepada penjual. Namun penjual tidak membawa barang. Kemudian penjual mengajak bergerak menuju OPL Barat, namun atas pertimbangan keselamatan dan keamanan tim undercover, kegiatan tersebut dibatalkan dan disetujui bahwa akan dilaksanakan transaksi pada, Kamis (27/9) dini hari di perairan Pulau Buru.

Tim bergerak di perairan Pulau Buru, setelah tiba di lokasi, tim mendapat info dari jaring agen bahwa penjual barang tersebut sedang bergerak menuju Malaysia untuk mengambil narkoba yang akan dijual kepada tim undercover. ”Tim berhasil menghubungi penjual dan disepakati bahwa transaksi dilaksanakan pada sore hari di perairan Pulau Karimun Anak,” jelasnya.

Eko menuturkan, usai berjanji, tim melakukan pembagian tugas menjadi tiga. Tim pertama pengawas Patkamla Combat Boat Pulau Karimun yang standby di perairan selatan Pulau Karimun Anak dan Patkamla V8 standby di sebelah barat perairan P. Karimun Anak. ”Tim pengintai via satu sarana speed boat Posmat Meral dan tim undercover menggunakan 2 pompong nelayan sewaan,” tuturnya.

Di Pulau Karimun Anak, Tim WFQR Lantamal IV dan Lanal TBK berhasil menangkap TO yakni kurir Ram. Usai mengamankan pelaku, tim menyelidiki siapa sebenarnya pemilik narkoba dan berhasil mengamankan Muslem alias Panjang di Pantai Pongkar. ”Dari uji barang, positif narkoba berjenis sabu. Saat diamankan, narkoba tersebut disimpan oleh Muslem di tempat menambat sampan yang disimpan di dalam laut,” tuturnya.

Muslem pemilik narkoba mengaku, barang itu dari Malaysia. Dirinya memiliki tugas sebagai orang yang mentransfer uang dari bosnya yang berada di Surabaya. Uang tersebut akan diserahkan kepada pemilik barang yang ada di Malaysia. ”Kalau soal barang mau dibawa kemana saya tidak tahu. Sudah sering melakukan transaksi. Sekali beraksi, saya dapat upah Rp 7 juta,” jelasnya.

Sementara Ram menuturkan, sudah beberapa kali menjadi kurir dan ia digaji Rp 10 juta. Tugasnya hanya membawa barang dari Malaysia. ”Sudah banyak kali membawa narkoba dari Malaysia itu, disuruh bos yang di Surabaya,” ujarnya.

Saat ini kedua tersangka berada di Mako Lantamal IV untuk proses pemeriksaan lebih lanjut dan setelah dilaksanakan test kedua tersangka tersebut positif menggunakan narkoba. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here