Narkoba Sulit Masuk ke Rutan Tanjungpinang

0
224
Suasana Rutan Tanjungpinang. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pejabat Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Tanjungpinang mengklaim tempat kerja mereka bebas dari narkotika. Setiap barang bawaan para pengunjung selalu dicek oleh petugas secara ketat. Ini dilakukan untuk mencegah lolosnya narkoba masuk ke dalam Rutan.

Menurut Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Tanjungpinang Fajar, kemarin, pemeriksaan rutin dilakukan oleh petugas agar Rutan bebas dari narkotika. Kite terus perketat. Setiap barang bawaan yang menggunakan kantong langsung diganti dengan yang baru dari Rutan,” katanya, Kamis (1/2).

Fajar menyebutkan, setiap sepekan sekali, pihak Rutan rutin melakukan pengecekan urine pada warga binaan. Tes urine ini dilakukan secara acak. ”Hasilnya selalu bagus. Negatif semua warga binaan saat tes urine,” jelasnya.

Menurutnya, untuk membuktikan ada pengendalian narkoba dari dalam Rutan tidaklah mudah. Banyak upaya warga binaan dengan berbagai cara untuk menghindari operasi pihak keamanan Rutan.

Namun, Fajar menjamin rutan Kelas IA yang dihuni 384 orang tahanan dan narapidana tidak ada yang terlibat dalam pusaran peredaran narkoba. ”Rutan Tanjungpinang bebas dari masalah seperti itu. Karena kami rutin cek urine dengan alat yang sudah kami miliki,” tuturnya.

Sambung dia, saat ini juga sudah ada metal detektor dan satu alat pendeteksi narkoba dari Direktorat Jendral Pemasyarakatan RI. Selain itu juga dilengkapi dengan X-ray tapi saat ini belum digunakan.

Dalam penggunaan X-ray memerlukan ruangan yang besar sedangkan Rutan Tanjungpinang tidak mempunyai lahan lagi untuk penempatan X-ray. ”Radiasinya besar, berbahaya pada petugas yang menjaga serta lahan tempat X-ray juga belum ada,” jelasnya.

Selain mesin X-ray Rutan Kelas I A Tanjungpinang juga mendapat alat pendeteksi narkoba. Dimana, setiap barang-barang dicurigai akan dilakukan pengetasan dengan alat tersebut sehingga zat yang terkandung didalam barang tersebut akan terbaca.

”Alat pendeteksi narkoba tersebut bekerja dengan cara menempelkan pada barang yang dicurigai setelah itu alat akan membaca apa saja zat yang terkandung,” ungkapnya.

Dengan adanya mesin itu, juga dapat memberikan kenyamanan dan pemeriksaan terhadap warga binaan serta masyarakat yang mengunjungi keluarga yang ada di Rutan ini tidak membutuhkan waktu yang lama. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here