Nasib Salah Menangkan Merah

0
492
Bung Chris

Oleh: Bung Chris

Partai puncak Liga Champions mempertemukan juara bertahan Real Madrid yang akan ditantang wakil Inggris, Liverpool pada Minggu (27/5) pukul 01.45 dini hari nanti. Laga panas ini berlangsung di stadion Olimpiyskiy, kota Kiev, Ukraina.

Angka keramat 13 menjadi momen penting bagi kedua kubu. Jika mampu meraih gelar musim ini, maka Ronaldo dkk akan melengkapi gelar ke-13 bagi klub berjulukan los Merenguez tersebut. Sementara bagi anak asuh Jurgen Klopp merupakan penantian selama 13 tahun jika mampu menundukkan Madrid pada partai final nanti.

Klub berjulukan ’si merah’ tersebut, terakhir menjadi juara Liga Champions pada tahun 2005, ketinggalan 3 gol mampu membalikan keadaan dan akhirnya menang lewat adu penalti.

Madrid lebih diunggulkan jika dilihat dari performa selama babak knock out. Lini pertahanan mereka lebih unggul dibanding dengan pertahanan Liverpool . Kebobolan dalam jumlah besar dialami oleh anak asuh pelatih Klopp saat partai semi final melawan AS Roma.

Baca Juga :  757 Kepri Jaya Seleksi Pemain

Pola 4-3-3 tetap menjadi kebanggaan pelatih asal Jerman tersebut. Kuartet lini pertahanan akan tetap dipercayakan kepada Robertson-Van Dijk- Lovren- Alexander. Sebagai duet terakhir di jantung pertahanan, Dijk yang berpostur menjulang lebih banyak akan berduel dengan Benzema atau terkadang Ramos yang ikut naik membantu penyerangan Madrid.

Sektor kiri pertahanan Liverpool akan menjadi titik bidik oleh Ronaldo dkk. Perang trio gelandang yang dipercayakan kepada Milner-Henderson-Wijnaldum akan bertarung melawan lini tengah Madrid yang lebih memiliki mobilitas.

Pelatih Zidane tidak terpaku pada satu pola. Pola 4-1-4-1 dengan menempatkan Casemiro sebagai gelandang jangkar didepan kuartet lini pertahanan, kadang diubah menjadi 4-1-2-3. Di sini lah trio penyerang yang dipercayakan kepada Ronaldo-Isco-Benzema dimodifikasi dengan Isco sebagai penyerang lubang dibelakang duet Ronaldo dan Benzema.

Baca Juga :  Juergen Klopp dan Messi Jadi Terbaik

Pada peran Kroos dan Modric sebagai gelandang penyeimbang antara lini pertahanan dan penyerangan menjadi kunci. Kroos lebih banyak menjadi pemutus serangan lawan, sementara Modric lebih pada gelandang angkut untuk mendistribusikan aliran bola.

Mematikan peran Ronaldo akan dilakukan seawal mungkin dengan menugaskan Wijnaldum yang berposisi sebagai gelandang bertahan. Harus diakui, pemain asal Portugal tersebut sudah mulai lambat, namun pemain yang berjulukan CR7 tersebut dikenal cerdik dan jeli dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada.

Trio penyerang Liverpool kembali dipercayakan kepada Mane-Firmino-Salah. Kecepatan Salah akan menghambat Marcello yang sering aktif melakukan over lapping saat Madrid menekan pertahanan lawan.

Baca Juga :  Giliran Harkam FC Menang Penalti

Ketika Salah mengalami kebuntuan, peran Henderson sebagai kapten dan juga pengatur serangan tidak jarang melakukan eksekusi jarak jauh ke gawang lawan. Firmino yang bertindak sebagai striker tidak jarang berperan menjadi wallpass bagi Salah maupun Mane tatkala membongkar pertahanan lawan.

Partai ini sarat ambisi, peluang yang ada akan dimanfaatkan untuk menorehkan juara. Tembakan bola mati tentu akan dieksekusi oleh Ronaldo atau Marcello dipijak Madrid, sementara Liverpool akan menugaskan Salah atau Wijnaldum.

Pelatih Klopp tentu berharap mampu menyudahi pertandingan lewat waktu normal, mengingat Madrid lebih diuntungkan saat memasuki babak adu penalti. Menarik kita saksikan. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here