Natal, Harga Sembako Di Bintan Terancam Melonjak

0
384
Tim Satgas Pangan Bintan saat mengecek stok barang di salah satu gudang di wilayah Pasar Baru Tanjunguban, Senin (17/12) sore lalu.
F-Jendaras/tanjungpinang pos

BINTAN – Harga kebutuhan pokok di Bintan terancam akan melonjak naik dalam sepekan kedepan atau jelang Hari Raya Natal. Hal ini dikarenakan kondisi pasokan dan stok mengalami penurunan dan diperkirakan hanya mampu memenuhi hingga 6 hari kedepan.

Demikian data yang didapat saat Satgas Pangan Kabupaten Bintan melakukan pengecekan di distributor pangan di wilayah Tanjunguban pada Senin (17/12) petang kemarin.

Dari hasil pengecekan, Satgas pangan mendapatkan keluhan dari pelaku usaha terkait sulitnya pengiriman barang kebutuhan pokok dan penting dari Batam menuju Bintan. Bahkan beberapa pelaku usaha ditangkap oleh pihak Bea Cukai Tanjungpinang saat membawa barang dari Batam menuju Bintan.

Akibatnya, beberapa kebutuhan pokok seperti bawang merah, tepung terigu, minyak goreng dan beberapa kebutuhan lainnya sudah berada di stok paling rendah. Hal tersebut tidak hanya berdampak kepada distributor, namun juga pedagang eceran dan juga pelaku usaha UMKM di Bintan.

Indra, salah seorang distributor di Tanjunguban mengatakan jika stok barang yang ia miliki hanya cukup sepekan kedepan bila dijual terbatas. Namun bila dijual secara normal, maka dalam waktu dua hari saja akan habis.

“Untuk bawang merah sudah krisis, stoknya sudah hampir habis. Kami menjual dengan harga normal dan terbatas agar seluruh pelanggan mendapatkan pasokan. Namun kalau sudah habis stok kami tidak tahu lagi seperti apa harganya di pasaran,” sebutnya.

Ia menyebutkan seperti harga bawang merah berbagai jenis sudah melonjak, dari harga Rp 15 ribu perkilogramnya untuk bawang merah Birma, kini di pasaran sudah berada di atas harga Rp 20 ribuan. Untuk stok minyak goreng juga dipastikan hanya tinggal sepekan kedepan begitu juga tepung terigu, padahal kebutuhan tersebut banyak digunakan jelang Natal dan Tahun Baru.

“Ya kami tidak tahu mengapa barang-barang tersebut tidak boleh masuk ke Bintan, kami juga tidak dijelaskan salahnya dimana,” sebutnya.

Sementara itu, Gwi, salah seorang pedagang eceran juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya krisis stok sembako membuat dirinya bingung saat berjualan.

“Ya sudah beberapa hari ini kami tidak dapat pesanan secara penuh, pembelian dibatasi. Harga juga sudah naik sejak beberapa hari ini. Pastinya keuntungan kami jauh berkurang karena jumlah barang dagangan juga tidak banyak,” jelasnya.

Senada dengan Gwi, Putra pedagang eceran lainnya mengatakan kenaikan harga dan terbatasnya pasokan sudah mulai dirasakan. Menurutnya pasokan barang setiap hari selalu ada, namun jumlahnya sudah semakin terbatas dan berkurang.

“Kalau harga bawang dan jahe sudah naik dari beberapa hari lalu, yang lain juga sudah naik,” sebutnya.

Sementara itu, Setia Kurniawan PPNS Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Peradagangan (DKUPP) Bintan yang diwawancarai mengatakan jika sampai saat ini harga-harga sembako di tingkat distributor cenderung stabil secara menyeluruh. Namun ia mendapatkan data dan keluhan jika jumlah stoknya menipis dan hanya mampu memenuhi dalam waktu sepekan kedepan.

“Kami dapati informasi ada kendala di jalur distribusi. Sehingga kami ke lapangan dan akan kami carikan solusi untuk mengurai masalah ini,” katanya.

Ia mengatakan, untuk kebutuhan pokok seperti beras dan gula tidak ada masalah dan cenderung turun untuk gula. Hanya saja untuk kebutuhan lainnya seperti bawang merah sudah melonjak tajam sejak pekan lalu hingga saat ini.

“Kami akan diskusikan dengan Tim Satgas Pangan untuk menyelesaikan ini. Jangan sampai jelang Natal mengalami kekacauan mengenai sembako ini,” jelasnya. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here