NATAS Pintu Masuk Turis ke Kepri

0
167

Stan wisata Kepri di pameran pariwisata internasional yang digelar National Association of Travel Agents Singapore (NATAS) memikat turis asing yang berkunjung ke pameran itu. Pameran NATAS inilah salah satu pintu gerbang utama turis asing ke Kepri.

TANJUNGPINNAG – KEPALA Dinas Pariwisata Pemprov Kepri, Buralimar mengatakan, setiap tahun pihaknya ikut sebagai peserta di pameran NATAS tersebut dengan mengikutsertakan sejumlah agen travel, pihak hotel dan restoran di Kepri.

Saat NATAS digelar di Singapura selama tiga hari, 22-24 Februari 2019, banyak pengunjung yang datang ke stan pariwisata Kepri. Yang datang itu bukan hanya warga Singapura, namun turis asing yang berkunjung ke negara itu juga antusias mendatangi stan Dispar Kepri.

”Ramai pengunjung ke kita (stan). Mereka tertarik dengan destinasi wisata, event kita dan kuliner Kepri yang khas,” ujar Buralimar kepada Tanjungpinang Pos, Senin (25/2).

Buralimar mengatakan, warga Singapura masih mendominasi kunjungan wisman ke Kepri. Dengan pameran NATAS itu, diharapkan kunjungan turis negara asing makin meningkat ke Kepri.

Saat pameran internasional tersebut, tambahnya, puluhan negara mengikutinya. Dari Indonesia, ada juga beberapa provinsi yang ikut membuka stan di sana.

Kepri sebagai pintu masuk terbesar ketiga masuknya turis ke Indonesia terus mempromosikan wisatanya agar kunjungan turis terus meningkat setiap tahun. Apalagi, target tahun 2019 ini cukup tinggi.

Ia mengatakan, pameran NATAS 2019 jadi katalis terbaik arus wisman menuju Kepri. Destinasi pariwisata Kepri diuntungkan oleh posisi ideal geografisnya. Aksesibilitas menuju Kepri dari Singapura juga sangat bagus melalui jalur laut.

Ini adalah momen terbaik bagi pariwisata Kepri di pasar Singapura. Melalui NATAS 2019, Kepri punya kesempatan berinteraksi langsung dengan publik Singapura dan turis lainnya. Apalagi, Negeri Singa itu jadi penyumbang utama wisatawan menuju Kepri.

Buralimar mengungkapkan, NATAS 2019 menjadi lokasi promosi terbaik. ”Kami selalu rutin mengikuti NATAS. Setiap tahun pasti hadir di Singapura. Posisinya strategis untuk branding, apalagi Singapura ini pasar utama Kepri,” tambahnya.

Dengan bergabung di NATAS, pariwisata Kepri ini akan semakin kuat. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Kemenpar. Mereka ini yang mem-back up seluruh pendanaannya.

Menguatkan jaring market di Singapura, Kepri melibatkan 5 industri pariwisatanya. Komposisinya terdiri dari 2 TA/TO, lalu 3 slot lainnya diisi hotel.

Untuk TA/TO terdiri dari Riztour Indowisata dan Adiso Indo Raya (Air Tour & Travel). Slot hotel diantaranya, Harris Resort Barelang Batam, Cassia Bintan, hingga Radisson Golf & Convention Center Batam.

Untuk jumlah industri yang terlibat saat ini kurang lebih sama dengan tahun lalu. ”Kami memang belum memiliki kajian khusus prosentase pengaruh langsung dari NATAS. Tapi, bila melihat posisinya, NATAS ikut menaikkan arus kunjungan wisman ke Kepri. Sebab, setiap tahun jumlah wisman di Kepri mengalami kenaikan positif.

Progress positif pergerakan wisman dimiliki Kepri pada 2018 mengacu data dari BPS Kepri. Pergerakan wismannya naik 23,63% direntang Januari-November 2018. Angka riilnya sekitar 2,32 juta orang. Hingga Desember 2018 sekitar 2,6 juta.”Dominasi wisman yang masuk ke Kepri berasal dari Singapura. Porsinya hampir separuh. Ini juga efek promosi di NATAS,” tegasnya.

Porsi besar arus wisman di Kepri sepanjang Januari-November 2018 ditopang 5 negara. Singapura jadi penyumbang terbesar dengan 1,12 Juta orang wisatawan. Jumlah ini memiliki porsi 48,44% dari total semua.

Malaysia ada di grid ke-2 dengan 273,37 ribu orang, disusul 236,87 wisatawan Tiongkok. Slot berikutnya pun diisi India dengan kapasitas 97,3 Ribu orang dan ditutup Korea Selatan 67,07 Ribu kunjungan.

Kepri ini menjadi destinasi favorit wisatawan asal negaar Singapura.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here