Natuna Dapatkan UPPO Tahun Ini

0
78
PIHAK SMK Pertanian ketika turun ke sawah untuk menjalin kerjasama dengan petani untuk mendukung kemajukan sektor pertanian Kabupaten Natuna. F-HARDIANSYAH/TANJUNGPINANG POS

Tahun ini, Kabupaten Natuna mendapat bantuan satu Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) dari Kementerian Pertanian. Sarana ini, untuk menunjang gerakan pertanian masyarakat dan memajukan sektor pertanian di Natuna khususnya.

NATUNA – Adapun total anggaran, yang dibutuhkan untuk pembangunan UPPO ini sebesar Rp150 juta.

Pembangunannya, meliputi bangunan kandang komunal, hewan ternak sapi, kendaraan tossa dan peralatan pembuatan pupuk lainnya.

Program UPPO ini salah satu solusi untuk menyelesaikan, sulitnya para petani mendapatkan pupuk subsidi yang diberikan oleh pemerintah untuk Kabupaten Natuna. Bahkan, kuota pupuk subsidi selalu berkurang setiap tahunnya.

Disamping itu, UPPO ini dialokasikan untuk menfasilitasi petani agar tidak tergantung dengan pupuk non organik.

”Kami dari Dinas Pertanian berusaha untuk mencari solusi, dan mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi,” ujar Kadis Pertanian Natuna, Tengku Fauzan Tambusai, Senin (22/10).

Dijelaskan Fauzan, pupuk organik dibutuhkan juga sebagai penyeimbang kadar pH dan kandungan asam.

Rata-rata tanah, kondisi tanah di Natuna mengandung unsur pH yang rendah dan kadar asam yang tinggi.

”Lokasinya sudah kami tetapkan di Desa Gunung Puteri, Kecamatan Bunguran Batubi. Nanti kelompok tani yang akan mengelolanya,” jelasnya.

Dengan adanya bantuan tersebut, Fauzan berharap UPPO bisa menjadi contoh kepada para petani dan peternak di Natuna. Karena, jumlah ternak sapi di Natuna telah mencapai 9 ribu ekor.

”Limbah ternak tersebut, masih banyak yang belum dimanfaatkan oleh para petani dan peternak. Saya berkeinginan, ke depan Natuna bisa menjadi satu kawasan pertanian organik,” harapnya.

Ke depan lanjut Fauzan, Natuna bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.

”Ke depan kita akan lengkapi sarana dan prasarana pertanian di Natuna. Saya ucapkan terimakasih kepada Kementan RI, Gubernur dan Bupati karena sudah merespon usulan petani,” tutupnya.

Baru-baru ini, SMK Pertanian di Bunguran Barat tengah siap menjajaki kerja sama pengolahan lahan persawahan dengan petani Desa Air Lengit, Kecamatan Bunguran Tengah.

Langkah ini untuk meningkatkan produktivitasi lahan persawahan, dan mengembangkan sektor pertanian Natuna khususnya. Kepala SMK Pertanian Bunguran Batubi yakni Subihi mengaku, kerja sama ini meliputi pematangan lahan, pembenihan hingga proses pemanenan.

”Kerjasama sedang kita proses, Insya Allah pekan depan akan dilaksanakan,” kata Subihi di Air Lengit, kemarin.

Sebagai bentuk keseriusan, pihaknya akan menerjunkan guru pendamping siswa pertanian dan guru pendamping untuk terlibat langsung menggarap lahan sawah mulai dari proses pembajakan, penyediaan pupuk organik serta perawatan hingga panen.

”Sedianya petani telah menyiapkan lahan sekitar 2 hektare. Tetapi yang sedang digarap sekitar satu hektare,” jelasnya.

Penunjukan lahan sawah di Air Lengit, merupakan rekomendasi dari Wakil Bupati Natuna untuk dikerjasamakan dengan pihak sekolah. Mengingat, lahan persawan yang siap olah baru ada di desa tersebut.

”Ibu Wabup Ngesti ingin produksi hasil panen padi di Natuna, bisa ditingkatkan melalui program pupuk organik. Tapi tahun ini kita ujicoba dulu di Air Lengit, sebelum untuk dikembangkan ke desa-desa lainnya,” ujar Subihi. (HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here