Natuna Dinilai Masih Rawan Ketahanan Pangan

0
216
Kegiatan rapat koordinasi pemerintah daerah dengan Dewan Ketahanan Pangan. F-Istimewa

Natuna – Berdasarkan letak geografis Natuna, Badan Ketahanan Pangan menilai daerah kepulauan tersebut rawan atau berpotensi ketidakcukupan pangan.

Hal ini berdasarkan data didapatkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui berbagai indikator yang mendasarinya.

“Melihat letak wilayah Natuna kepulauan yang lebih luas lautan daripada daratan menjadi salah satru indikator masuk zona rentan ketahanan pangan,” kata Dr Rachmi Widiriani SP MSI Kabid Ketersediaan PanganBbadan Ketahanan Pangan Republik Indonesia. Hal ini disampaikan di ruang rapat kantor Bupati Natuna, Jumat (21/6) sore kemarin.

Pertemuan tersebut bertujuan mengetahui apa saja yang menyebabkan daerah Natuna termasuk rentan ketahanan pangan.

“Daerah Natuna termasuk rawan pangan disebabkan tingginya angka konsumsi pangan dibandingkan kemampuan produksinya, nah kita melihatnya dari empat komoditas seperti padi,jagung, ubi kayu dan ubi jalar,” jelasnya.

Dengan begitu, Rachmi menyarankan agar Kabupaten Natuna bisa menyikapinya dengan meningkatkan ketahanan pangan secara bersama-sama.

“Pemerintah harus memiliki strategi yaitu membuat potensi yang dapat meningkatkan ketahanan pangan. Ini harus segera direalisasikan agar di saat kondisi musim Utara tidak lagi ketergantungan dengan daerah lain,” ungkapnya.

Sekda Natuna Wan Siswandi mengatakan, sekarang ini kondisi ketahanan pangan secara perlahan mulai mengalami peningkatan.

“Salah satu contoh, dahulu sayur-mayur harus menunggu didatangkan dari luar Natuna, namun sekarang sudah banyak masyarakat yang menanamnya,” paparnya.

Ia menuturkan, sekarang ini, kendala yang masih dialami yaitu keterbatasan suplai telur. Masih harus didatangkan dari luar Natuna.

“Untuk itu, kita mengusahakan agar segalanya bisa dipenuhi dengan baik. Kami memetakan daerah mana saja yang diproritaskan meningkatkan produksi,” tuturnya.

Menurutnya, daerah Kecamatan Bunguran Timur Laut nantinya dapat memproduksi telur, dan daerah lain bisa memproduksi lainnya.

Ia juga berharap kedepannya segala kebutuhan pangan di Natuna bisa berangsur terpenuhi dengan baik. Tidak lagi bergantung dengan daerah lain.

“Dengan pola yang mulai di tingkatkan Kabupaten Natuna, kita yakin dan percaya bisa lepas dari ketergantungan dari daerah lain,” tuturnya. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here