Natuna Disiapkan Menjadi Geopark Dunia

0
127
Perwakilan dari BPPK Kemenlu RI, Didi memberikan kata sambutan dalam FGD yang dilakukan di Hotel Aston Tanjungpinang, Selasa (4/12)

Destinasi berkelas Internasional Natuna telah ditetapkan menjadi Geopark Nasional atau Taman Bumi Nasional. Kini, Natuna dipersiapkan menjadi Geopark Dunia atau Taman Bumi Dunia.

TANJUNGPINANG – Targetnya, 2019 nanti Natuna bisa ditetapkan UNESCO masuk jajaran GGN (Global Geopark Network). Tujuannya, Natuna menjadi destinasi wisata berkelas internasional dan nasional.

Mempersiapkan daerah perbatasan tersebut sebagai Geopark dunia, lintas instansi daerah dan pemerintah pusat pun sudah membahasnya apa halangan dan penunjang menuju ke sana melalui Focus Group Discussion (FGD). digelar, Selasa (4/12) pagi di Hotel Aston Tanjungpinang.

Berbagai narasumber dihadirkan dalam FGD bertajuk ‘Identifikasi Pengembangan Potensi Industri Pariwisata sebagai Pendukung Geopark di Kawasan Natuna’ tersebut.

Kegiatan ini dilaksanakan Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kemenlu RI bersama Dinas Pariwisata Natuna.

Narasumber dalam FGD yaitu Kadispar Natuna, Erson Gempa Afriandi, Nova Riana Wakil Ketua II Bidang Administrasi Umum, SDM dan Keuangan STIEPAR Yapari Bandung serta Dr Anton dari Kemenkomaritim RI.

FGD dipandu moderator Pribadi Sutiono selaku Asisten Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Asia, Pasifik, Arfika, Kemenko Polhukam.

Hadir dalam pembukaan FGD tersebut, Bupati Natuna, Hamid Rizal, perwakilan Kepala Bidang BPPK Kemenlu, Didi Wahyudi, perwakil Dispar Provinsi Kepri, KBRI Indonesia untuk Singapura dan beberapa perwakilan dari Kemenkomaritim, Bappenas dan lainnya.

Hamid Rizal menuturkan, pemerintah pada prinsipnya siap mendukung proses penetapan kawasan Natuna sebagai Geopark Dunia oleh UNESCO, setelah tahun ini ditetapkan sebagai salah satu dari 15 Geopark Nasional di Indonesia.

Ia menuturkan, terkait regulasi atau aturan yang diminta sudah mereka siapkan mulai dari adanya RTRW hingga komitmen menjaga kawasan wisata siap dilaksanakan.

”Kita tahu masih banyak yang perlu dibenahi, sebagai kawasan kepulauan tentu perlu anggaran yang besar membangun Natuna. Kami minta Bappenas bisa mengerti ini. Jika ingin Natuna maju perlu anggaran yang tak sedikit,” ujarnya saat pembukaan FGD.

Menurutnya, Natuna memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Ke depan ia yakin, Natuna menjadi daerah yang dianggap primadona dan banyak orang yang mau ke sana.

Hamid Rizal menilai, wajar bila Natuna ditetapkan sebagai kawasan Geopark Nasional, namun perlu didukung berbagai hal. Ia juga meminta agar sinyal telekomunikasi di kawasan itu terjamin.

Bila perlu dalam hitungan detik harus bisa tersambung ke pusat. Mengingat Natuna yang berdekatan dengan berbagai negara tetangga.

”Jangan sampai ada persoalan susah pusat dihubungi karena tidak ada sinyal. Tiba-tiba negara luar sudah ada kapal perang dan lainnya di perbatasan namun kita tidka tahu apa maksudnya,” tuturnya.

Selain itu, Nova menuturkan beberapa hal telah diidentifikasi terkait kelemahan dan kekuatan yang dimiliki Natuna bila ingin menjadikan Geopark Dunia yang diakui UNESCO.

Pemerintah harus bisa menciptakan atraksi, aksesibilitas, akomodasi serta beberapa lainnya yang mendukung.

Ia menuturkan, keuntungan dari suatu situs menjadi bagian dari Geopark UNESCO adalah terjaganya kelestarian situs dan meningkatnya kunjungan turis ke kawasan tersebut.

Didi menutukan, pada prinsipnya Kemenlu siap memberikan bantuan dan dukungan seperti kewenangannya.

Diingatkan, 20 Desember mendatang tim assesor dari UNESCO akan berkunjung ke Natuna. Maka perlu peran pemerintah daerah mendampingi dan menerima catatan yang diberikan mereka sebagai masukan untuk diperbaiki.

Ia menuturkan, melalui kegiatan FGD ini, dapat mengindentifikasi hambatan sekaligus maupun aspek penunjang pola kebijakan, kebutuhan infrastuktur yang dibutuhkan.

Kadispar Natuna, Erson Gempa Afriandi menuturkan, bahwa kawasan Natuna secara menyeluruh ditetapkan sebagai Geopark Nasional.

Tugas mereka ke depan, berupaya mengembangkan pulau-pulau kecil (SIDI) di Natuna menjadi Geopark UNESCO yang direncanakan bisa terealisasi 2019 mendatang.

Berbagai persiapan harus dilakukan, termasuk menyelesaikan catatan-catatan yang diberikan tim dari penilai. Mulai dari akses transportasi yang masih mahal, pembuatan papan tulisan mengenai sejarah kawasan itu serta lainnya.

”Kita memiliki beberapa lokasi pulau-pulau yang berpotensi sebagai kawasan wisata di Natuna. Mudah-mudahan pembangunannya terealisasi.

”Harapan kita akan banyak turis yang datang berlibur ke Natuna. Ini akan mempercepat kemajuan perekonomian masyarakat sekitar,” paparnya.

Dituturkannya, di sana ada batu granit yang berusia lebih dari 100 juta tahun dan situs-situs laut lainnya yang bisa menjadi Geopark Maritim. Selain itu, aspek budaya dan sejarah Natuna juga perlu terus didalami dan dilestarikan.(DESI LIZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here