Natuna Jadi Geopark Nasional

0
322
Erson Gempa Afriandi

Diplomat Asing Pertanyakan Cara Mempertahankannya

Jika tidak ada halangan, November nanti Desa Sepempang Natuna akan ditetapkan sebagai Geopark Nasional. Pemerintah Indonesia pun akan berusaha agar Geopark Natuna ditetapkan sebagai Geopark dunia tahun 2020 nanti.

NATUNA – SAMPAI saat ini, baru 35 negara di dunia yang tergabung di Global Geopark Network (GGN) termasuk Indonesia. Dan geopark dunia yang sudah ditetapkan UNESCO paling banyak dari Cina.

Berdasarkan data dari website GGN, adapun geopark Indonesia yang sudah ditetapkan yakni Batur Global Geopark, Gunung Sewu, Ciletuh-Palabuhanratu dan Rinjani Lombok Geopark. Namun, pemerintah RI akan mengajukan beberapa geopark baru.

Terkait rencana penetapan Natuna jadi Geopark mendapat tanggapan serius dari Diplomat Vietnam, Mr. Le Viet Duyen.

Ia mempertanyakan bagaimana Natuna mempertahankan site geopark-nya bila suatu saat nanti Natuna sudah ramai dikunjungi oleh turis, pengusaha, pekerja dan praktisi-praktisi lainnya.

Mr. Viet mengakui, Natuna merupakan satu wilayah strategis ekonomi global yang diprediksi sebagai satu kawasan yang bakal menjadi ramai dan maju di masa depan.

”Saya sudah mendengar Natuna akan ditetapkan sebagai geopark nasional Indonesia dan sedang diupayakan menjadi geopark internasional oleh UNESCO. Pertanyaannya bagaimana site ini bisa dipertahankan saat semua sektor mulai bergerak di Natuna,” tanya Mr.Viet pada acara diskusi inklusif di ruang rapat utama Kantor Bupati Natuna, kemarin.

Ia berargumen, Natuna dengan struktur geografisnya yang didominasi perairan, akan susah mempertahankan kelangsungan geoparknya saat terjadi sentuhan pembangunan yang berlangsung secara massif.

”Saya rasa dinamika pembangun yang digalakkan goverment Indonesia berpotensi menjadi challange (tantangan) bagi kelangsungan sebuah geo maupun biopark,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna, Erson Gempa Afriandi mengatakan, tahun ini Natuna akan segera ditetapkan sebagai geopark nasional dan sedang dipersiapkan menjadi geopark global.

Beriringan dengan upaya ini, pemerintah juga telah menyiapkan langkah-langkah securitas sehingga kelestarian geopark tidak tergerus dengan laju pembangunan dan tidak terganggu dengan aktivitas masyarakat.

Pemerintah telah membentuk satu tim yang terfokus pada pengelolaan site geopark itu. Tim ini beranggotakan sejumlah anggota yang berasal dari berbagai latar belakang profesi.

Kemudian pemerintah juga tengah mempersiapkan masyarakat untuk menjaga dan mengelola site yang ada di tempatnya masing-masing.

”November tahun ini, Natuna akan dietapkan sebagai geopark nasional sebagai langkah awal menuju geopark global. Terkait kelestariannya ke depan, kita sudah membentuk tim yang bertugas menjaminnya dan kami sudah koordinasi dengan lintas instansi termasuk Kementerian Luar Negeri. Dalam upaya ini, sistem pelestarian juga menjadi fokus utama kami,” papar Erson.

Menurutnya, secara alamiah Natuna sudah cukup syarat menjadi satu kawasan geopark. Natuna memiliki site yang terintegrasi mulai dari puncak gunung hingga dasar lautnya.

Tak hanya itu, Natuna juga memiliki kandungan biologi yang khas. Di Natuna terdapat satu jenis satwa yang bernama Kekah, hewan ini merupakan satu spesies kera. Satwa ini hanya ada di Natuna dan susah hidup dan berkembang bila berada di luar Natuna.

Kemudian di Natuna juga terdapat satu jenis kodok ukuran mini, postur tubuh dewasanya seukuran jari kelingking tangan orang dewasa. Kodok ini bernama latin leptobrachella serasanae.

Selain itu, Natuna juga mengandung kekayaan arkeologi trans nasional yang tersimpan di dasar laut dan darat. Site arkeologi ini sudah banyak ditemukan oleh pemerintah melalui berbagai kegiatan eksplorasi.

”Kami berharap ini semua dapat diakui oleh UNESCO sebagai geopark global. Target kita tahun 2020 ini bisa tercapai,” ujar Erson.

Geopark adalah sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi di mana masyarakat setempat diajak berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya.

Istilah Geopark merupakan singkatan dari ‘Geological Park’ yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai Taman Geologi atau taman bumi.

Awal tujuan Geopark adalah untuk melindungi warisan geologi yang berada di negara-negara Eropa oleh organisasi non pemerintah bernama EGN (Europe Geopark Network) pada tahun 2001.

Keberadaan Geopark oleh Badan dunia UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) dikembangkan dan difasilitasi dengan membentuk organisasi GGN (Global Geopark Network) pada tahun 2004 agar mampu menampung anggota lebih banyak lagi dari negara-negara yang ada di dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here