Natuna Jadi Prioritas Pengamanan Pangan

0
530
Foto bersama: Kepala BPOM Ibu Penny Kusumastuti Lukito bersama rombongan foto bersama Sekda Natuna. F-hardiansyah/TANJUNGPINANG POS

NATUNA – BPOM memperioritaskan Natuna sebagai daerah pengamanan obat dan pangan. Pasalnya, Natuna dipandang rentan atas ancaman gangguan terhadap pangan dan obat. Langkah ini diawali dengan pembangunan cabang BPOM di Natuna.

Dalam kunjungannya ke Natuna, Kepala BPOM Pusat, Penny Kusumastuti Lukito mengatakan, sesuai instruksi Presiden RI, bahwa pengamanan obat dan makanan jadi prioritas negara.

Hal ini dipandang perlu karena obat dan makanan bersangkutan langsung jiwa dan raga bangsa. Konsekuensinya, BPOM harus memperkuat diri di semua aspek mulai dari aspek kewilayahan hingga aspek kewenangan edukasi dan penindakan.

”Kedatangan kami ke Natuna untuk memperkuat Pengawasan dan Pengamanan obat dan makanan. Kami diinstruksikan langsung oleh Pak Presiden untuk melakukan penguatan. Dan langkah penguatan pada aspek kewilayahan kami mulai dari Natuna, pembukaan cabang BPOM pertama kali akan kami lakukan di Natuna,” kata Kepala BPOM RI Penny di ruang rapat kantor Bupati Natuna, kemarin.

Penny mengemukakan, Natuna merupakan wilayah perbatasan yang jauh dari pulau-pulau besar di Indonesia. Sebagai wilayah yang berada di perbatasan, Natuna dinilai memiliki tingkat kerawanan pangan dan obat-obatan tersendiri.

Selain itu, laju pembangunan di Natuna paling dinamis jika dibandingkan dengan laju pembangunan di daerah lain secara nasional.

Sehingga dipandang perlu untuk melengkapi semua perangkat layanan dan kemanan wilayah dan masyarakat.

”Atas alasan ini kami menjadikan Natuna sebagai prioritas pembukaan cabang pertama kali di daerah. Selanjutnya akan disusul dengan daerah lain,” sebutnya.

Berdasarkan letak geografisnya, kerentanan pangan dan obat-obatan di Natuna memiliki beberapa aspek di antaranya terdapat aspek potensi penyelundupan, penyalahgunaan, peredaran produk-produk makanan dan obat yang illegal dan lain sebagainya.

”Masyarakat perlu dilindungi dari ancaman yang membahayakan di sektor pangan dan obat,” tegasnya.

Namun begitu, Penny mengaku BPOM tidak bisa melangkah sendiri dalam upaya ini tanpa adanya keterlibatan lintas sektoral terutama sekali pemerintah daerah dalam menjalankan upaya melindungi kemanan pangan dan obat itu.

”Kami berharap semua pihak mendukung langkah ini. Kami tak bisa berbuat sendiri tanpa dukungan instansi lain,” harapnya. (cr29)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here