Natuna Tak Cukup Dipimpin Seorang Bupati

0
609
PATROLI: Aparat TNI-AL patroli mengitari salah satu pulau terluar di Natuna. f-dok/tanjungpinang pos

Natuna – Natuna terlalu luas dan kaya untuk dipimpin dan dikelola oleh seorang bupati. Pembangunan Natuna bakal sulit dikelola bila wilayah ini dikelola oleh seorang kepala daerah setingkat kabupaten.

Sebagian besar wilayah, Natuna terdiri dari laut. Bagian darat hanya 3 persen saja dari total luas wilayah 2.009,04 kilo meter persegi.

Meski penduduknya masih 72.450 jiwa (sensus 2014), namun tingkat kesulitan pengelolaan tetap tinggi bila ditinjau dari sisi jarak dan medan tempuhnya. Jarak antar pulau kebanyakannya sangat berjauhan dan dihalangi oleh laut yang acapkali mengandung gelombang dan cuaca ekstrem.

Hal ini jadi kendala pembangunan di daerah yang berbatasan langsung dengan berbagai negara di Asia Tenggara dan Asia Timur itu.

”Saya rasa Natuna ini terlalu luas untuk dipimpin seorang bupati. Jarak wilayah yang berjauhan ini menjadi kendala tersendiri bagi pembangunan, terutama sekali dari sisi kecepatannya,” kata Anggota DPRD Natuna, Wan Sofyan di Seputaran Pantai Kencana, Ranai, kemarin.

Tidak hanya luas, Natuna juga mengandung sumberdaya alam yang sangat potensial yang harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Dasar laut Natuna mengandung cadangan minyak dan gas yang banyak. Tercatat cadangan minyak Natuna sebanyak 1.

400.386.470 barel dan cadangan gas bumi sebanyak 112.356.680.000 barel.
Kekayaan ini ditambah lagi dengan kekayaan ikan yang berlimpah di kolong lautnya.

Begitu juga dengan berbagai jenis baik armada yang melintas maupun yang mencari ikan juga memiliki potensi besar yang harus dikelola untuk kemakmuran dan kesejahteraan.

”Terlalu banyak yang harus dikelola di Natuna. Potensi besar ini harus dikelola oleh kekuatan yang besar juga, agar tingkat kecepatan, ketepatan dan keberhasilan dapat diraih maksimal,” tegasnya.

Menurutnya, membentuk Daerah Otonomi Baru (DOB) juga bisa menjadi solusi untuk mendukung penguatan kawasan di wilayah Natuna. Karena keberadaan kabupaten sangat berperan dalam pembangun.

”Salah satu solusinya mekarkan Kabuparen baru. Paling tidak ditambah dua lagi kabupaten, baru wilayah itu bisa dibangun lebih cepat,” ujarnya.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here