Nekat Memadu Kasih dengan Janda di Wisma

0
1034
Aparat kepolisian mengecek identitas pencari suaka saat ditemukan bersama seorang perempuan di Wisma Nusantara Kijang, Minggu malam lalu.f-yusfreyendi/tanjungpinang pos

Pencari Suaka Afganistan Masuk Ruang Isolasi Rudenim

Terciduk memadu kasih di sebuah wisma di Kijang, Abdul Hakim Faizi (21), Warga Negara Asing (WNA) asal Afganistan pemenggang kartu pencari suaka dari UNHCR akhirnya dimasukkan ke dalam ruangan isolasi Rumah Dentensi Imigrasi (Rudenim) Kota Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Kepala Bidang Penempatan Keamanan Pemulangan dan Deportasi (PKDP) Rudenim Tanjungpinang, Agung Asrawinata mengatakan, WNA pemegang kartu pencari suaka yang tertangkap beberapa waktu lalu di salah satu wisma di Bintan dan tidak mengikuti aturan yang berlaku, dimasukkan blok isolasi.

Ia melanjutkan, terkait dengan sanksi yang dijatuhkan tidak ada jangka waktu berapa lama akan berada dalam ruangan isolasi ”Tidak ada jangka waktunya sampai kapan pencari suaka ini ditempatkan di ruangan isolasi. Ini kewenangan Rudenim,” jelasnya, kemarin.

Baca Juga :  23 Perusahaan Incar Waduk Tembesi

Menurutnya, pencari suaka ini ditempatkan ke dalam ruangan isolasi karena berdasarkan penyelidikan dan pemeriksaan dari Polsek Bintan Timur, menyatakan bahwa tidak ditemukan tindak pidana umum sehingga pencari suaka ini diserahkan kepada Rudenim Tanjungpinang.

”Karena tidak ada tindak pidana umum yang dilakukan pencari suaka ini maka diserahkan kepada kami,” sebutnya.

Agung menuturkan, pengawasan pencari suaka yang ditempatkan di Rudenim menjadi tanggung jawab mereka. Sementara yang ditempatkan di luar, seperti Bhadara Resort bukan tanggung jawab Rudenim, melainkan pihak resort itu sendiri.

Baca Juga :  Maskapai Diminta Tambah Penerbangan

”Semestinya layaknya hotel ataupun penginapan, seharusnya mereka membuat penjagaan, pengawasan dan pengamanan,” tegasnya.

Masih kata Agung, Rudenim Tanjungpinang tidak bisa menempatkan pegawai di Bhadar Resort. Mereka hanya bisa melakukan pemantauan sekali dalam seminggu serta pelatihan (supporting) ke pihak Bhadar Resort.

Dengan kejadian ini, pihaknya akan mengevaluasi. Hasil evaluasi itu diberikan ke Dirjen Imigrasi dan IOM sebagai supporting cost.

”Jika pegawai kita ditempatkan di sana sesuai dengan aturannya, itu salah karena kita dibayar negara. Tetapi penginapan tempat pencari suaka ini tempat swasta, jangan pihak resort mengambil uangnya saja dari IOM tanpa melakukan penjagaan dan pengawasan,” ujarnya.

Baca Juga :  Letkol Rahmat Jadi Danyonkomposit I/Gardapati Natuna

Sebelumnya, Abdul Hakim Faizi (21), pemengang kartu pencari suaka dari UNHCR terciduk berduaan dengan seorang wanita di salah satu penginapan, Jalan Pelabuhan Sri Bayintan Kijang, Kabupaten Bintan pada Minggu (20/5) malam.

Pencari suaka asal Afganistan ini terciduk saat Tim Operasi Pekat melakukan razia. Abdul bersama Indah Sujianti (WNI) ditemukan di dalam satu kamar Wisma Nusantara.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here