Nelayan Diminta Beli Kapal Besar

0
206
SEORANG nelayan tradisional Natuna saat hendak berangkat melaut naik sampan, belum lama ini. f-hardiansyah/tanjungpinang pos

Tangkap Ikan di Laut Natuna, Wajib Jual ke SKPT

Nelayan di Natuna harus memutar otak mencari modal untuk membeli kapal besar. Pemkab Natuna pun mengingatkan nelayan agar mempersiapkan diri jika tak ingin kalah saing dengan nelayan luar.

NATUNA – SAAT ini masih banyak nelayan di Natuna yang menggunakan kapal kecil dan alat tangkap tradisional. Sehingga, ketika angin kencang, badai yang menyebabkan ombak tinggi, banyak nelayan tak melaut.

Jika ombak sudah besar, nelayan takut melaut karena sampan mereka bisa digulung dalam sekejap. Setiap tahun, musim seperti itu selalu terjadi hingga berbulan-bulan. Hal itu juga yang membuat stok ikan di Natuna kerap kosong dan menyebabkan harganya selangit. Baru-baru ini saja terpaksa dilakukan operasi pasar ikan karena harga ikan mahal dan stok tipis.

Padahal, laut Natuna merupakan gudangnya ikan. Namun, bukan berarti harga ikan bisa stabil di sana sepanjang tahun. Bahkan, saat cuaca ekstrem, harga ikan menjadi salah satu penyumbang inflasi di Kepri.

Untuk mengubah pola tangkap ikan, maka nelayan harus membeli kapal besar. Sehingga, ketika ombak besar, kapal masih bisa mengarungi lautan dan menangkap ikan.

Jika tidak, maka nelayan luar dengan kapal besar dan alat tangkap modern yang akan menguras ikan di laut perbatasan lintas negara itu.

Kemudian, menjelang beroperasinya Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Pelabuhan Selat Lampa, Kecamatan Pulau Tiga, Pemkab Natuna akan menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

”Saat ini Pemerintah Kabupaten Natuna sedang menyusun Perda Tempat pelelangan Ikan (TPI) tersebut,” ungkap Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti di ruangan Kerjanya, Kamis (6/7).

Ia menjelaskan, Perda ini untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Natuna. ”Kita (Pemda Natuna, red) ingin mendongkrak PAD dari sektor perikanan,” kata Wabup Ngesti.

Setelah Perda ini berlaku, ujar Ngesti, setiap kapal yang menangkap ikan di perairan Natuna diharuskan menjual di Pelabuhan SKPT Selat Lampa ini.

”Setiap kapal ikan yang beroperasi di laut Natuna harus bersandar dan menjual kepada SKPT di Selat Lampa,” ujar Wabup Ngesti.

Sebagaimana diketahui tambah Ngesti rencana peresmian SKPT Selat Lampa ini akan berlangsung pada bulan November 2018 mendatang.

”Pertemuan Pemerintah Kabupaten Natuna dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti beberapa waktu lalu, direncanakan peresmian SKPT ini dilaksanakan pada bulan November 2018 mendatang,” tambahnya.

Wabup Ngesti juga berpesan supaya para nelayan Natuna bisa bersaing dengan para Nelayan dari luar Natuna, caranya dengan mempersiapakan kapal yang lebih besar dan alat tangkap yang memadai sesuai peraturan berlaku.

”Maka sebelum berlakunya Perda ini kita sampaikan kepada masyarakat nelayan lokal untuk menyiapkan diri dan siap bersaing dengan nelayan luar,” pesan Wakil Bupati.(HARDIANSYAH-MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here