Nelayan Duga Ada KIA di Perairan Anambas

0
170
Nelayan Anambas, Sayuti sepulang dari menangkap ikan di laut.

ANAMBAS – Sejumlah nelayan asal Kecamatan Siantan Tengah dan Kecamatan Palmatak Kabupaten Kepulauan Anambas mengeluhkan hasil tangkapan ikan semakin berkurang.

Diduga akibat pencurian ikan yang dilakukan sekelompok Kapal Ikan Asing (KIA).

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa selain melihat mereka (nelayan asing) itu menjarah ikan di sekitar perairan laut Anambas. Hari ini kita melaporkan kepihak yang berwenang,” kata Sayuti salah satu nelayan Siantan Tengah ketika ditemui di kedai kopi Mak Alang di Jalan Pasar Ikan Kelurahan Tarempa, Sabtu (8/12) pagi.

Ia menjelaskan, para KIA itu menangkap ikan menggunakan alat tangkap Pukat Harimau dengan jarak tempuh sekitar 70 mil dari pantai Anambas.
Diperkirakannya, bobot kapal asing itu sekitar 30-40 ton. Terkait hal ini, mereka minta aturan ditegakkan.
Menurutnya, para nelayan lokal tidak bisa berbuat apa-apa karena berbagai keterbatasan yang ada.

“Kami tidak punya nomor telepon pihak keamanan, berharapkan saat ini pihak terkait bisa segera merespon dan menindaklanjuti persoalan yang kami laporkan ini. Kalau kami, jangankan mengusir, mendekat saja kami tidak berani. Hanya bisa melihat ketika mereka merusak dan menjarah ikan di perairan kita” jelas dia.

Ia menambahkan, diperkirakan KIA itu melakukan operasi penangkapan ikan di titik koordinat 4’38.944’N, Hangtuah platform dan 4’50.022’N, Gajah Baru.
Bahkan ia bersama rekan nelayan lainnya sudah satu minggu berada di laut, namun hasil tangkapan ikan hanta sekitar 100 ke dengan modal operasional sekitar Rp 3 juta.

“Biasanya kalau kami di laut selama satu minggu, hasil tangkapan kami bisa 500 kilo atau setengah ton. Kini hanya 100 kilo saja,” ungkap dia.

Pihaknya hanya berharap kepada semua pihak dapat merespon keluhan nelayan Anambas. Terkait tindaklanjut lainnya, ia pun mengakui telah membuat laporan melalui nomor telepon pelayanan pengaduan kepada Menteri Perikanan dan Kelautan namun belum ada jawaban. Bahkan juga sudah melaporkan kepihak berwenang di Anambas.

Begitu juga keluhan nelayan asal Desa Belibak Kecamatan Palmatak Sabran. Pihaknya merasa resah dan tidak mampu melakukan pengusiran terhadap oknum KIA yang menangkap ikan diperairan Anambas.

Ia berpendapat, jika tidak cepat direspon dengan baik, tidak menutup kemungkinan akan bertambah banyak KIA yang masuk di perairan laut Anambas nantinya merugikan nelayan lokal.

“Kami berharap semua pihak segera menindaklanjuti hal ini. Kami hanya mencari makan di laut bukan mencari kekayaan hanya menghidupi keluarga kami,” tuturnya. (IGN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here