Nelayan Heran, Sinyal di Pulau Terluar Bagus

0
508
PATROLI: Personel Polsek Siantan saat patroli di Pulau Tokong Nanas menggunakan sampan, belum lama ini. f-ISTIMEWA

ANAMBAS – SEORANG nelayan merasa heran dengan sinyal akses internet di pulau terluar tepatnya di Pulau Tokong Nanas sangat baik. Sebab, sinyal jaringan internet di pulau itu malah lebih baik dibandingkan di Kota Tarempa.

Ironinya, jika signal Telkomsel di Kota Tarempa sebagai ibu kota Kabupaten jauh lebih buruk dari sinyal Telkomsel yang berada di pulau terluar yang tidak berpenghuni. Pulau Tokong Nanas merupakan salah satu dari lima pulau terluar yang ada di Anambas.

Pulau dengan kontur bebatuan yang luasnya hanya satu hektare tersebut, hanya ada bangunan mercusuar yang berdiri tegak yang merupakan navigasi bagi kapal-kapal yang melintas. Tokong Nanas sendiri, merupakan batas antara Indonesia dengan Malaysia.

Agun salah seorang nelayan Anambas mengaku terkejut, ketika berkunjung ke Pulau Tokong Nanas karena media sosial (Medsos) Whatsapp miliknya aktif. ”Saya heran, di pulau terluar sinyalnya bagus. Kita bisa menggunakan Facebook, Whatsapp bahkan video call juga lancar,” ungkap Agun, Jumat (20/10)

Agun yang turut serta dalam rombongan jajaran Polsek Siantan, saat melaksanakan patroli keamanan di pulau terluar bisa menggunakan Whatsapp dengan kondisi sinyal baik. Menurutnya, hal itu berbanding terbalik dengan sinyal di Kota Tarempa yang tidak maksimal. ”Kalau di Tarempa yang notabene Ibukota Kabupaten jangankan Whatsapp. Mau menelpon saja sulit,” ungkapnya.

Pada awalnya, ia mengira sinyal tersebut hanya bisa dari Kota Tarempa. Ia menambahkan, Dalam perjalanan pulang sinyal yang ada malah Enhanced data rates for GSM Revolution (E) bukan High Speed packet Access (H+) lagi. Namun, ketika di Pulau Takong Nanas sinyal yang ada yakni H+.

Ia merasa penasaran, dan mencoba mencari tahu berasal dari mana sinyal tersebut namun belum mendapatkan jawaban pasti. ”Kita bertanya-tanya, itu sinyal dari mana. Menurut saya, ini hal yang aneh karena sinyal di pulau terluar yang tidak berpenghuni lebih bagus dari pada di kota,” ungkapnya.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here