Nelayan Keluhkan Kapal Troll Asing

0
968
DENGAR KELUHAN: Herman Khairun dan Bupati Bintan serta Andi Rosadi dan Brahmantya dari DPR RI mendengarkan keluhan nelayan Mapur.F-Jendaras/TANJUNGPINANG POS

BINTANPESISIR – Puluhan nelayan dan warga Desa Mapur, Kecamatan Bintan Pesisir mengadukan tentang banyaknya kapal penangkap ikan yang menggunakan pukat mayang atau troll, kepada anggota DPR RI. Karena, kapal troll milik asing itu meresahkan nelayan setempat.

Keluhan itu disampaikan warga dan nelayan Mapur kepada Herman Khairun, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, saat meninjau konservasi penyu di Pantai Busung Mentigi, Desa Mapur, Minggu (14/5).

Mendengar keluhan tersebut, Herman Khairun berjanji, untuk menindaklanjuti aduan masyarakat dan nelayan tersebut. Dirinya menyatakan, sudah menelepon pihak KKP di Jakarta, untuk penambahan kapal pengawasan di Pulau Mapur.

Baca Juga :  Tahun Ini, Banyak SD di Bintan yang Digabung

”Karena ini merupakan kawasan terdepan di Bintan, yang berhadapan dengan Malaysia, Thailand dan Singapura. Sangat layak ada pos pemantau perikanan dibangun di sini,” sebutnya.

Ia menambahkan, program pengawasan laut dengan mencegah penggunaan pukat troll atau pukat lainnya yang jelas dilarang. Masalah ini menjadi perhatian Komisi IV DPR RI. Karena hal itu sejalan dengan program Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

”Jangan sampai di wilayah Natuna dan Anambas, para nelayan asing ditindak. Namun di Mapur, justru nyaman-nyaman saja. Kami siap dukung dengan kebijakan agar peralatan pengawas lebih baik lagi,” janjinya.

Baca Juga :  DPRD Terima Usulan Revisi RPJMD

Saat ditanya mengenai limbah minyak hitam yang kerap meresahkan nelayan dan mengotori pantai di Mapur, pihak DPR RI sudah berkoordinasi dengan KKP untuk melakukan penegakkan hukum (gakum) bagi pelanggar.

”Ke depannya akan kami tindak. Kalau ada laporan dan buktinya, Tim Gakum akan turun 2 atau 3 hari ke sini,” tambahnya.

Bupati Bintan Apri Sujadi, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KK) RI Brahmantya Satyamurti dan Direktur Kawasan Konservasi Keanekaragaman Hayati Laut KKP RI Andi Rosadi. (aan)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here