Nelayan Luar Jarah Gurita Anambas

0
604
GURITA: Staf UPT DPP Mudahir memegang gurita yang diburu nelayan di Jemaja. F-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG POS

ANAMBAS – MASYARAKAT Jemaja resah dengan adanya nelayan dari luar Anambas seperti Midai untuk menangkap gurita (Duyok) di laut Anambas. Hal ini dipicu mahalnya harga gurita yang mencapai Rp 22 ribu untuk per kilogramnya.

Keresahan tersebut tak pelak membuat Azman selaku Ketua Pokmaswas Jemaja. Mendatangi Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan (DP3), untuk menyampaikan persoalan tersebut.

”Kemarin ada pencari gurita dari luar. Mereka membawa jongkong dari kampungnya, dengan menggunakan kapal sabuk sekitar 10 unit. Info yang di sampaikan ke saya, bahwa nelayan Desa Rewak tidak mengizinkan mereka mencari gurita di sekitar laut desa tersebut,” kata Azman, Jumat (8/12).

Staf di UPT DPPP Mudahir yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dari masyarakat. ”Benar Bang ada laporan dari dari Ketua Pokmaswas, dan sudah diterima dan akan ditindaklanjuti,” kata Mudahir.

Mudahir menjelaskan, berdasarkan instruksi dari pimpinan maka pihaknya akan memanggil penampung yang membawa nelayan dari luar. Pemanggilan tersebut, untuk diberikan pemahaman agar tidak terjadi konflik.

”Untuk penindakan, kita kesulitan karena alat tangkap yang mereka gunakan tidak bertentangan dengan UU perikanan No.45 tahun 2009. Ditambah lagi setelah adanya UU No.1 tahun 2014, bahwa kabupaten tidak memiliki kewenangan laut dan pengawasan dari 0-12 mil dan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri. Namun, kami akan melakukan mediasi agar tidak terjadi konflik,” tutur Mudahir.

Dari investigasi di lapangan, harga gurita melonjak tajam di penghujung tahun 2017. Saat ini harga gurita di pasaran mulai Rp 18 ribu hingga Rp 12 ribu per Kg.

Angka tersebut meningkat, dari tahun 2016 silam dimana harga gurita hanya sekitar Rp 20 ribu per ekor. Hal ini membuat nelayan Jemaja banyak yang mencari gurita, karena selain harganya yang mahal juga mudah didapatkan.

”Tahun ini perkembangan gurita sangat banyak, dan ini dapat dilihat dari mudahnya kami untuk mendapatkannya. Gurita yg kami dapat di jual kepada penampung seharga Rp 18 ribu perkilo,”kata Safri, Nelayan Desa Rewak.

Sementara itu Rozi, seorang penampung gurita membenarkan, bahwa ia membeli dengan nelayan seharga Rp18 ribu perkilo. Nantinya, gurita itu akan dijual kembali seharga Rp 20 ribu. ”Saya ambil untung Rp 2 ribu saja. Hitung-hitung membantu nelayan, dan sebelumnya nelayan menjual dengan harga Rp15 ribu perkilo. Masuknya saya membuat penampung membeli harga Rp 20 ribu,” katanya.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here