Nelayan Sewot Ada Dermaga Pengusaha Tak Berizin

0
150
KAPAL motor milik pengusaha bersandar di pelantar Kawal Pantai. Pembangunan dermaga pelantar ini mengganggu aktivitas nelayan tradisional.

KAWAL – Sejumlah nelayan sewot (dongkol) ketika ada rencana pembangunan dermaga di kawasan alur, Kawal Pantai, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang. Karena, alur ini tempat lintasan bagi nelayan.

”Kami lihat, sudah dipasang tiang-tiang untuk bangun dermaga milik pengusaha itu. Itu kan mengganggu alur, tempat kami lewat,” kata seorang nelayan, yang enggan ditulis namanya, kemarin.

”Jangan bikin nama saya lah bang,” sambung sumber.

Menurut warga lain, dermaga atau pelantar yang dibangun di depan pelabuhan perikanan itu, dibangun selebar kurang lebih 40 meter. Fungsinya untuk kepentingan pengusaha yang membangun dermaga itu.

”Dermaga itu kan bukan untuk nelayan. Tapi, untuk sandar kapal-kapal milik tauke. Cuma, kami tak tahu, apakah izinnya ada, atau tidak. Yang jelas ganggu nelayan tradisional di sini lah,” tambahnya.

Camat Gunung Kijang Arief Sumarsono mengatakan, pihaknya tidak pernah menerbitkan izin untuk pembangunan dermaga, atau pelantar di kawasan Kawal Pantai itu.

”Nanti lah kami cek ke lokasi. Apakah ada izin atau tidak. Kalau dari kami, tak ada keluarkan izin,” ujar Arief Sumarsono, saat dihubungi, Kamis (19/9) kemarin. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here