Nelayan Sudah Mulai Dimuliakan

0
59
SEORANG nelayan ketika bersiap pergi melaut di Pantai Serasan. f-hardiansyah/tanjungpinsng pos

Nelayan Kabupaten Natuna kini sudah mulai dimuliakan oleh Pemerintah Daerah, maupun Pemerintah Pusat walau secara bertahap. Hal itu bentuk apresiasi kepada nelayan, jasa-jasanya dalam menjamin ketersediaan pangan yang bersumber dari laut untuk bangsa.

NATUNA – Sebagian di antara mereka, sudah mendapatkan kemuliaan yang terbilang cukup dari pemerintah dengan berbagai jenis dukungan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna Zakimin membenarkan, adanya tindakan dan kegiatan pemerintah dalam upaya memuliakan nelayan.

Uapaya ini sudah mulai terlaksana, dan terasa dalam beberapa tahun belakangan ini bagi nelayan. Ia menyebutkan, langkah pemerintah itu terus berjalan meskipun pada prakteknya upaya itu berjalan secara berangsur-angsur. Dan masyarakat nelayan juga terus tersentuh dengan kemulian secara berangsur.

”Alhamdulillah, nelayan kita sekarang memang benar-benar dimuliakan oleh pemerintah. Meskipun upaya ini belum tuntas, tapi kemuliaan bagi nelayan kita sudah lumayan cukup,” kata Zaki di Bukit Arai, kemarin.

Ia berkata, kemuliaan itu dibuktikan oleh pemerintah melalui berbagai jenis dukungan seperti pendidikan dan latihan secara gratis, bantuan sarana tangkap yang meliputi kapal, bubu, GPS, pembangunan pelantar, pelabuhan dan perangkat nelayan lainnya.

Tidak hanya itu, ada juga dukungan berupa Jaminan Sosial di mana nelayan akan mendapatkan jaminan kecelakaan kerja sebesar Rp200 juta untuk ahli waris yang bersangkutan bila ia meninggal dunia.

Kemudian, ada juga kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka) untuk nelayan. Kartu ini bersifat integratif dimana semua jenis kegiatan nelayan bisa teritegrasi dalam satu atap yakni mobile BNI.

Selain itu, kartu mobile BNI ini memiliki fungsi yang sama dengan kartu Ajungan Tunai Mandiri (ATM). Dengan kartu ini, siklus urusan nelayan dengan pemerintah juga bisa diperpendek.

Dengannya urusan nelayan tangkap dan nelayan rumput laut, dan budidaya lainnya dapat diurus melalui satu pintu.

”Ini semua untuk memuliakan nelayan dan untuk memberikan semangat bagi mereka dalam menjalani profesinya agar dapat meningkatkan etos kerja dan penghasilannya,” jelas Zaki.

Dengan ini ia juga berharap, nelayan bisa lebih fokus dalam bekerja agar sumber daya laut bisa terkelola maksimal.

”Jaminan sosial kecelakaan kerja nelayan jauh lebih tinggi dari PNS, kalau PNS paling tiga bulan gaji saja,” kata Zaki. (HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here