Nelayan Vietnam Lawan Petugas

0
229
Letkol Laut (P) Zulfahmi memberi keterangan, Minggu (23/9). f-indra/tanjungpinang pos

Kapal Berputar-Pura Hindari Penangkapan

Sadar posisinya sudah diketahui petugas keamanan Indonesia, awak Kapal Ikan Asing (KIA) asal Vietnam yang mencuri ikan di perairan Anambas berusaha menghindari penangkapan.

ANAMBAS – KAPAL yang telah dikejar itu tidak bisa lagi mengindar. Awal kapal tidak mau berhenti dan memutar-mutar kapal. Karena membahayakan petugas, akhirnya tembakan peringatan ke udara harus dilepas.

Itulah kronologi penangkapan KIA berbendera Vietnam di perairan Anambas. Kapal sudah dibawa ke Lanal Tarempa dengan pengawalan KRI SSA 378 .

Kapal pencuri ikan itu ditangkap di dalam landasan kontinen antara Indonesia dan Malaysia oleh kru KRI SSA 378. Penangkapan KIA tersebut dilakukan Sabtu (22/9) malam.

Komandan Lanal Tarempa, Letkol Laut (P) Zulfahmi mengatakan, KRI SSA 378 adalah Satuan Kapal Ekscorta Komando Armada I yang melaksanakan operasi Malaka Sagara-18 BKO Gugus Tempur Laut Komando Armada I di bawah Komando Laksmana Pertama TNI Irvansyah.

Kapal ini telah berhasil menangkap satu unit KIA berbendera Vietnam di perairan Anambas di dalam batas landas kontinen antara Indonesia dan Malaysia. KIA itu ditangkap di posisi 6 Nm di dalam landas kontinen Indonesia tepatnya 19.59 T.

Dugaan sementara KIA tersebut tidak memiliki dokumen-dokumen yang lengkap dan sah dari pemerintahan RI. Kita menduga sedang melakukan kegiatan-kegiatan penangkapan iakan di wilayah NKRI secara ilegal.

”Tersangka dan barang bukti telah diamankan di Lanal Tarempa untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terang Komandan Letkol Laut (P) Zulfahmi melalui pres rilisnya ketika ditemui sejumlah wartawan di atas KRI SSA 378 yang sedang sandar di pelabuhan Tarempa, Minggu (23/9).

Ia menambahkan, pada saat melaksanakan Operasi Malaka Sagara-18 di perairan laut Natuna, mereka menemukan kontak kapal dari radar Sperry Marine Master dengan kecepatan 2 knot.

Setelah dilaksanakan kontak menggunakan radio namun tidak mendapat jawaban dan pergerakan kapal mencurigakan, maka dilakukan pemeriksaan.

”Kita curiga ada kontak kapal dari radar dan saya perintahkan untuk melakukan pemeriksaan,” jelas dia.

Ia melanjutkan, ketika diperiksa, ditemukan di radar kapal KIA itu menambah kecepatan menjadi 4 knot dan mengubah haluan menjadi 290.

Kemudian dilaksanakan pengejaran. Namun pada saat didekati, kapal tersebut melakukan pergerakan berputar dan membahayakan KRI SSA 378, lalu diperintahkan untuk melakukan penembakan peringatan ke udara sebanyak empat kali.

”Ketika didekati, sempat melakukan perlawan, dilihat mulai bergerak dengan cara berputar, lalu dilakukan peringatan dengan mengeluarkan tembakan di udara sebanyak empat kali,” ucapnya.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here