Nelayan Waspadai Fenomena La Nina

0
158
Dua nelayan asal Bintan sedang mengangkut ikan bilis hasil tangkapan. Tetap melaut ditengah pandemi Covid-19.

BINTAN – Para nelayan bagan (kelong) yang beroperasi di perairan Bintan, mulai mewaspadai fenomena La Nina.

Fenomena La Nina dapat mempengaruhi curah hujan yang lebih tinggi sehingga dapat menyebabkan bencana hidro-meteorologis seperti banjir dan tanah longsor.Termasuk cuaca di laut yang tidak menentu.

Samsudin, salah satu nelayan bagan di Kawal, Bintan mengaku, saat ini cuaca di laut mulai berubah-ubah. Kadang, saat berangkat ke laut, cuaca baik, tapi pada saat di tengah malam, cuaca berubah. Angin kencang dan ombak secara tiba-tiba datang.

“Kelong atau bagang, mengunakan cahaya lampu untuk mencari ikan, atau umumnya ikan sotong dan bilis. Tapi, kalau ombak tinggi dan arus tinggi, hasil tangkapan minim,” kata Samsudin, kepada Tanjungpinang Pos.id, baru-baru ini.

Baca Juga :  Wabup: Pertahankan Nilai Tradisi

Sambung dia, umumnya, nelayan khusus mengunakan bagan atau kelong, pada saat musim utara, mereka tidak melaut lagi. “Tak lama lagi musim utara, kami tidak bisa turun ke laut, karena ombak gede,” ujarnya.

Sebelumnya, Pjs Bupati Bintan Buralimar Jadi Pembina Apel Kesiapan Bencana dan Antisipasi La Nina

Media Center Bintan – Pjs Bupati Bintan Buralimar menjadi Pembina Apel Kesiapan Bencana Alam dan Non Alam serta antisipasi bencana La Nina (iklim dingin).

Fenomena La Nina dapat mempengaruhi curah hujan yang lebih tinggi sehingga dapat menyebabkan bencana hidro-meteorologis seperti banjir dan tanah longsor.

Baca Juga :  Alokasikan Rp 9,4 M untuk Rumah Ibadah

Rilis BMKG yang menyatakan sedang menguatnya fenomena La Nina di samudera pasifik membuat wilayah sekitar khususnya Indonesia perlu waspada dan mempersiapkan segala antisipasi.

Apel ini dikatakan sebagai bentuk kesiapan Pemerintah Daerah bersama instansi terkait lainnya dalam cepat tanggap menghadapi bencana. “Secara geografis Bintan memang harus banyak bersyukur. Tapi jangan sampai lengah dan acuh, sebab bencana bisa datang kapan saja dan dimana saja” tegas Buralimar dalam amanatnya, Jum’at (6/11) di Halaman Mapolres Bintan.

Apel yang diikuti jajaran TNI-Polri, Basarnsas, BPBD, Dishub, Tagana dan elemen lainnya ini diharapkan dapat mempersiapkan diri dalam segala kondisi. Selanjutnya diharapkan juga seluruh instansi bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk dapat sadar dan sigap akan bencana.

Baca Juga :  Sebaiknya, Beli dan Bungkus, Tapi Nikmati di Rumah

“Tugas kita juga memberi pemahaman kepada masyarakat, kita yang harus menjaga. Jangan buang sampah sembarangan, selalu update prediksi cuaca dan harus selalu siap. Yang tidak kalah penting, kita semua sama-sama berdo’a memohon perlindungan dari Dzat Maha Esa” tutupnya. (bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here