Ngomong Ngelantur, Ternyata Gangguan Jiwa

0
389
DIRAWAT: Petugas kebersihan musala Taryono saat dirawat di rumah sakit setelah dipukul Kasim. F-JENDARAS/TANJUNGPINANG POS

Sulitnya Memeriksa Penganiaya Petugas Kebersihan Musala 

Basri Kasim (23), tersangka kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian Taryono (60) petugas kebersihan musala di Bintan disebut mengalami gangguan jiwa.

Bintan – Hal ini sebagaimana diterima dari keterangan dokter jiwa yang memeriksa tersangka di Batam.

Kapolsek Bintan Utara, Kompol M Jaswir mengatakan, tersangka mengalami gangguan jiwa berdasarkan keterangan dokter. Namun, pihaknya masih menunggu surat resmi dari pihak rumah sakit.

”Karena tersangka sulit dimintai keterangan oleh penyidik, makanya kami bawa ke doker ahli jiwa di Batam. Dokter mengatakan yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa,” sebutnya, Jumat (5/5).

Jaswir menambahkan, saat ini pihaknya tetap melakukan proses hukum dan akan berkoordinasi dengan kejaksaan dan pengadilan bilamana surat resmi dari dokter menyatakan tersangka mengalami gangguan jiwa.

”Nanti kan ada putusan dari pengadilan jika tersangka ini mengalami gangguan jiwa. Tentunya nanti penanganannya akan berbeda,” jelasnya.

Diterangkannya, Kasim melakukan penganiayaan kepada Taryono yang sedang membersihkan Mushala Baitul Rahman di Kampung Sukoharjo, Desa Anculai pada Rabu (26/4) lalu.

Kemudian, pada Jumat (28/4) korban yang mengalami luka parah dan dirawat di RSUD Kepri selanjutnya meninggal dunia. Setelah beberapa hari tersangka diperiksa dan tidak dapat keterangan yang benar, selanjutnya pihak kepolisian membawa tersangka ke dokter jiwa di Batam.

Taryono (60) seorang kakek yang sehari-hari sebagai petugas musala di Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong dipukul Basrin Kasim (23) hingga pingsan, Rabu (23/4) pagi lalu.

Akibat penganiayaan itu, Kasim warga berasal dari Kecamatan Ndoro, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur ini diamankan pihak Polsek Bintan Utara. Kapolsek Bintan Utara, Kompol M Jaswir mengatakan, peristiwa pemukulan tersebut terjadi pada Rabu (26/4) sekitar pukul 08.30. Korban dipukul ketika sedang membersihkan musala Baitul Rahman, Desa Ekang Anculai.

”Informasi awalnya pelaku mendatangi korban dan meminta tolong diajari mengaji. Namun karena sibuk, korban menyuruh pelaku untuk belajar dengan ustaz,” terang Jaswir.

Korban yang tidak kenal dengan pelaku lantas pergi ke warung dekat musala. Kemudian meminta Sinaga (rekan korban) untuk menemaninya bersih-bersih di musala. Ia mengajak rekannya karena melihat ada orang yang tidak dikenal (pelaku) berada di musala.

”Usai melakukan bersih-bersih, lantas korban dan temannya pulang ke rumah. Tak berapa lama, korban kembali ke musala dan langsung dianiaya pelaku hingga tidak sadarkan diri. Mengetahui kejadian tersebut, warga menghakimi pelaku hingga babak belur,” terangnya.

Taryono yang dianiaya Basri Kasim (23), meninggal dunia, Kamis (28/4) malam sekitar pukul 24.00. Taryono meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Tanjunguban.(YUSFREYENDI-JENDARAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here