Niat Mahasiswa-Pelajar Ikut TTG Makin Tinggi

0
293
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun didampingi Sardison saat meninjau TTG tingkat Provinsi Kepri di TCC Tanjungpinang, belum lama ini. F-istimewa

TANJUNGPINANG – Niat pelajar dan mahasiswa di Kepri untuk mengikuti lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) di tingkat kabupaten/kota di Kepri makin tinggi.

Sejak tahun 2011, kategori lomba TTG di Kepri dibuat menjadi dua kategori yakni umum dan mahasiswa serta pelajar. Ini kesempatan bagi mahasiswa dan pelajar untuk membuat inovasi baru dengan memanfaatkan teknologi agar lebih tepat guna.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD Dukcapil) Pemprov Kepri, Sardison mengatakan, bahkan untuk lomba TTG tingkat nasional rencananya akan dibuat kategori dan kelompak pelajar dan mahasiswa.

”Rencananya tahun depan akan dibuat kategori untuk pelajar dan mahasiswa. Tapi belum diumumkan. Nanti kalau sudah diumumkan, kita informasikan lagi,” jelas Sardison via ponselnya, kemarin.

Dijelaskannya, saat lomba TTG tingkat kabupaten/kota, banyak pelajar dan mahasiswa yang menjadi peserta baik di Batam, Natuna, Lingga, Karimun, Bintan maupun Tanjungpinang.

Bahkan, tak jarang pelajar dan mahasiswa yang melaju mewakili daerahnya ke lomba TTG tingkat provinsi. Ini suatu kebanggaan bagi daerah.

Untuk tingkat nasional, ada juga pelajar dan mahasiswa yang mewakili provinsi masing-masing. Ini artinya, makin banyak pelajar dan mahasiswa yang termotivasi membuat inovasi baru dari teknologi yang ada agar lebih tepat guna. Untuk TTG, kata dia, seseorang bukan berarti menjadi penemu. Namun, seseorang berhasil membuat inovasi atau menyempurnakan teknologi yang ada sehingga lebih berguna bagi masyarakat.

Saat ini, kata dia, belum ada pos pelayanan teknologi (posyantek) khusus untuk pelajar dan mahasiswa. Namun, bagi yang ingin mendapatkan informasi tentang pemanfaatan teknologi bisa bergabung di posyantek yang ada di kecamatan.

Di Kepri, dari 70 kecamatan, baru 20-an yang sudah terbentuk posyantek. Sardison berharap kepala daerah bisa mendorong terbentuknya posyantek di masing-masing kecamatan di wilayah administrasinya.

Saat lomba TTG tingkat Kota Tanjungpinang tahun 2018 beberapa bulan lalu, ada beberapa siswa dan mahasiswa yang menjadi pesertanya.

Salah satu yang lolos tiga besar dan mewakili Tanjungpinang di lomba TTG tingkat Provinsi Kepri adalah tiga orang siswi SMP De Green Camp Tanjungpinang.

Adapun inovasi mereka adalah mengolah minyak jelantah menjadi sabun. Sehingga, minyak goreng bekas itu tidak dibuang dan menjadi limbah. Namun diolah kembali serta dapat digunakan mencuci piring dan perkakas masak lainnya.

Saat lomba TTG tingkat Provinsi Kepri, hanya dua kampus yang berhasil lolos ke lomba ini. Keduanya adalah dari Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang dan Politeknik (Poltek) Batam.

Dari UMRAH lolos satu peserta dengan teknologi inovasi bernama Forsec 3in 1 hasil karya Iwanto, Rusna dan Benedicta Hasibuan.

Ada pun manfaat teknologi ini adalah untuk mempermudah konsumen dalam menentukan kualitas produk yang ingin dibeli sehingga keamanan dan kesehatan konsumen akan tetap terjaga dan terjamin.

Dari Poltek Batam yakni Arif Muspita. Ia bersama temannya Faiz Nizar menciptakan alat pengaman pengendara motor yang diberi nama Tabila (tak bisa nyala).

Teknologinya dipasang di motor dan di helm. Apabila tidak pakai helm, maka motor tersebut tidak bisa menyala. Sehingga, pengendara motor baru bisa bergerak apabila sudah pakai helm itu. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here