Night Market Gagal Total

0
569
Warga naik sepeda saat melintas di kawasan Jalan Teukur Umar yang dijadikan tempat program Night Market oleh Pemko Tanjungpinang.f-zakmi/tanjungpinang pos

Program Tanjungpinang Night Market (TNM) di Jalan Merdeka dan Jalan Teuku Umar Tanjungpinang gagal total.

TANJUNGPINANG – Meskipun gagal total, namun Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang masih tetap ngotot meminta dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan, baik BUMN maupun perbankan untuk menambah jumlah mobil toko (Moko).

Para pedagang yang dapat mobil toko (Moko) ternyata tidak mau berjualan karena sepinya pembeli. Pasar malam Tanjungpinang Night Market ini awalnya sudah buka dari pukul 17.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB, tiap harinya. Namun, pengunjungnya sepi akhirnya, satu persatu pedagang bubar. Program ini merupakan program unggulan Pemko Tanjungpinang untuk menghidupkan kembali perekonomian di dua kawasan terutama di sore hari hingga malam hari.

Baca Juga :  Blangko Sudah Ada, Kini Alat Cetak KTP yang Rusak

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemko Tanjungpinang, Riono menyebutkan, program Moko tetap dilanjutkan, untuk penambahan dari jumlah Moko masih menunggu dari dana CSR.

”Mudah-mudahan pada tahun ini ada CSR dan kita bisa menambah jumlah Moko. Semakin banyak jumlah Moko bisa menambah semangat para pedagang untuk berjualan kembali,” kata Riono, Kamis (21/6).

Riono mengatakan, untuk lokasi tempat jual Moko masih tetap di Jalan Merdeka dan sekitarnya, namun masih diberikan dispensasi kepada pedagang yang berjualan selain tempat yang ditentukan tersebut. Hal ini dikarenakan para pedagang tiap bulannya harus membayar cicilan Moko kepada BUMD. ”Kita berikan dispensasi kepada pedagang, karena masih kita tata dan menunggu Moko yang lain,” jelasnya.

Baca Juga :  Syahrul Harapkan RT, RW dan Perangkat Kelurahan Harus Kompak dan Sigap

Menurutnya, pihaknya juga telah membuat aturan untuk Moko diperbolehkan berjualan dibeberapa tempat alternatif. Seperti di pusat pemerintahan yaitu gedung 5 lantai dan Kantor Walikota Senggarang, termasuk tempat objek-objek wisata lainnya.

”Hal itu dilakukan agar para pedagang Moko ini mempunyai penghasilan,” tuturnya. Program Moko ini merupakan program saat H Lis Darmansyah dan H Syahrul sebagai Wako dan Wawako. (RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here